Akar Ular (Scindapsus Hederaceus): Ciri dan Khasiatnya

Redaksi DokteriaMinggu, 12 Juli 2026 | 12:14 WIB
Mengenal Akar Ular, Tanaman Rambat Obat Tradisional
Mengenal Akar Ular, Tanaman Rambat Obat Tradisional

Akar ular adalah nama yang dipakai untuk Scindapsus hederaceus, tanaman rambat dari famili Araceae. Tanaman ini memiliki sinonim ilmiah Pothos hederaceus Zoll. & Moritzi, Scindapsus inquinatus Schott, dan Scindapsus poilanei Gagnep.

Secara morfologi, akar ular tumbuh memanjat dengan panjang mengesankan. Tanaman tahunan ini dapat merambat hingga sepanjang 20 meter, dengan batang bawah tanah berupa umbi stolon berwarna putih berdiameter sampai 4 cm. Daunnya tunggal berbentuk seperti pedang menyebar, berukuran 10–20 x 4–6 cm, dengan helaian hijau polos dan urat daun terlihat jelas di permukaan atas.

Sebaran dan Habitat

Akar ular bukan tanaman endemik Indonesia semata. Sebarannya meliputi Indo-China hingga Malaysia Barat dan Tengah, Thailand Selatan, Semenanjung Malaysia, Singapura, serta Indonesia di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan, dan kemungkinan juga Filipina.

Tanaman ini tumbuh di dataran rendah hingga hutan pegunungan bawah pada ketinggian sampai 1.500 meter di atas permukaan laut, memanjat batang pohon atau bebatuan, dan juga dijumpai di hutan sekunder maupun semak belukar.

Kondisi tumbuh akar ular cukup fleksibel namun tetap punya preferensi tertentu. Tanaman ini dapat tumbuh pada kondisi ternaungi penuh sampai ternaungi sebagian, dan lebih mudah berkembang di tanah lempung yang lembap serta subur. Karena tahan naungan, tanaman ini juga cocok ditanam sebagai tanaman indoor.

Kegunaan Tradisional

Di luar fungsinya sebagai tanaman hias, akar ular punya catatan penggunaan dalam pengobatan tradisional. Di Semenanjung Malaysia, rebusan batang Scindapsus hederaceus dipakai sebagai obat gosok untuk mengatasi rematik.

Klaim khasiat lain juga tercatat, meski sifat pembuktiannya masih bersifat empiris. Akar ular disebut memiliki sifat stimulan, afrodisiak, karminatif, dan antelmintik, serta dipakai untuk menghentikan diare, sebagai ekspektoran, dan mengobati asma maupun rematik. Tanaman ini juga disebut memiliki aktivitas antiinflamasi, antidiare, dan antipiretik.

Ramuan tradisional untuk rematik menggunakan bagian daun tanaman ini. Daun akar ular segar dicuci bersih, direbus hingga mendidih, lalu air rebusannya dibiarkan hangat untuk merendam atau membasuh bagian sendi yang sakit.

Keterbatasan Bukti Ilmiah

Efektivitas dan keamanan akar ular belum dapat disimpulkan berdasarkan bukti ilmiah yang memadai. Data mengenai kandungan bahan kimia spesifik tanaman ini belum ditemukan dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, sebagaimana dicatat langsung oleh sumber rujukan botani tersebut.

Klaim khasiat yang beredar sejauh ini bersumber dari catatan etnobotani dan penggunaan empiris turun-temurun, bukan dari uji klinis pada manusia.

Karena data farmakologis dan uji klinis belum tersedia, penggunaan akar ular sebagai obat gosok rematik sebaiknya dibatasi sebagai pengobatan topikal ringan, bukan pengganti terapi medis untuk kondisi sendi kronis atau autoimun.

Masyarakat yang mengalami nyeri sendi berkepanjangan atau bengkak yang tidak membaik disarankan tetap berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan dan penanganan yang tepat.