Arteritis Takayasu

Redaksi DokteriaMinggu, 14 Juni 2026 | 08:49 WIB
Mengenal Arteritis Takayasu, Penyebab dan Gejalanya
Mengenal Arteritis Takayasu, Penyebab dan Gejalanya

Arteritis Takayasu adalah penyakit peradangan kronis yang menyerang pembuluh darah besar, terutama aorta dan cabang-cabang utamanya. Kondisi ini dapat menyebabkan penyempitan, penyumbatan, atau pelemahan dinding arteri sehingga mengganggu aliran darah ke berbagai organ tubuh. Gejala yang sering muncul meliputi kelelahan, nyeri pada lengan saat digunakan, pusing, tekanan darah tinggi, serta perbedaan denyut nadi atau tekanan darah antara kedua lengan.

Pengenalan dan penanganan dini sangat penting karena penyakit ini dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, termasuk stroke, gagal jantung, dan aneurisma. Arteritis Takayasu umumnya merupakan penyakit jangka panjang yang memerlukan pemantauan dan pengobatan berkelanjutan.

Ringkasan Penyakit

Aspek Keterangan
Nama Penyakit Arteritis Takayasu
Kelompok Penyakit Vaskulitis pembuluh darah besar
Organ yang Terdampak Aorta dan cabang-cabang arteri besar
Penyebab Belum diketahui secara pasti
Sifat Penyakit Kronis dan dapat kambuh
Gejala Utama Kelelahan, nyeri lengan, pusing, tekanan darah tinggi
Diagnosis Pemeriksaan fisik, tes darah, dan pencitraan
Pengobatan Kortikosteroid, imunosupresan, terapi biologik, tindakan vaskular
Komplikasi Stroke, aneurisma, gagal jantung

Pengertian Arteritis Takayasu

Arteritis Takayasu adalah jenis vaskulitis langka yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah besar. Penyakit ini terutama menyerang aorta, yaitu arteri terbesar dalam tubuh, serta cabang-cabang utamanya yang memasok darah ke kepala, lengan, ginjal, dan organ lainnya.

Peradangan yang berlangsung lama dapat menyebabkan dinding pembuluh darah menebal dan menyempit sehingga aliran darah berkurang. Dalam beberapa kasus, dinding arteri juga dapat melemah dan membentuk aneurisma.

Karena termasuk penyakit langka, pengetahuan mengenai penyebab dan perjalanan penyakit masih terus berkembang melalui penelitian medis.

Penyebab

Penyebab pasti arteritis Takayasu belum diketahui.

Sebagian besar ahli meyakini bahwa penyakit ini melibatkan gangguan sistem kekebalan tubuh atau mekanisme autoimun. Pada kondisi tersebut, sistem imun menyerang jaringan pembuluh darah sehingga memicu peradangan kronis.

Meski demikian, belum diketahui secara pasti faktor apa yang memicu terjadinya respons imun abnormal tersebut.

Faktor Risiko

Beberapa faktor yang diketahui berhubungan dengan peningkatan risiko arteritis Takayasu antara lain:

  • Berusia di bawah 40 tahun.
  • Berjenis kelamin perempuan.
  • Memiliki latar belakang genetik tertentu yang masih diteliti.
  • Berasal dari wilayah dengan angka kasus yang relatif lebih tinggi, seperti beberapa negara di Asia.

Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti akan mengalami penyakit ini.

Gejala

Gejala arteritis Takayasu sering berkembang secara bertahap dan dapat dibagi menjadi fase awal serta fase lanjut.

Gejala Awal

Pada tahap awal, gejala sering menyerupai berbagai kondisi lain sehingga diagnosis dapat terlewat.

Gejala dapat berupa:

  • Mudah lelah.
  • Demam ringan.
  • Keringat malam.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
  • Nyeri otot.
  • Nyeri sendi.
  • Perasaan tidak enak badan secara umum.

Gejala Lanjut

Ketika penyempitan pembuluh darah mulai mengganggu aliran darah, gejala yang muncul dapat meliputi:

  • Nyeri atau kelemahan pada lengan dan tungkai saat digunakan.
  • Denyut nadi yang lemah atau sulit teraba.
  • Perbedaan tekanan darah antara kedua lengan.
  • Pusing atau hampir pingsan.
  • Sakit kepala.
  • Gangguan penglihatan.
  • Gangguan konsentrasi.
  • Nyeri dada.
  • Sesak napas.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Anemia.
  • Nyeri perut akibat berkurangnya aliran darah ke saluran pencernaan.

Gejala yang dialami setiap pasien dapat berbeda tergantung lokasi pembuluh darah yang terkena.

Diagnosis

Diagnosis arteritis Takayasu memerlukan kombinasi beberapa pemeriksaan karena tidak ada satu tes tunggal yang dapat memastikan penyakit ini.

Pemeriksaan Fisik

Dokter dapat memeriksa:

  • Denyut nadi pada berbagai bagian tubuh.
  • Tekanan darah pada kedua lengan.
  • Bunyi aliran darah abnormal pada arteri.
  • Tanda gangguan aliran darah ke organ tertentu.

Tes Darah

Tes darah dapat digunakan untuk:

  • Menilai tanda-tanda peradangan.
  • Mendeteksi anemia.
  • Membantu memantau respons terhadap pengobatan.

Pemeriksaan Pencitraan

Pemeriksaan pencitraan berperan penting untuk melihat kondisi pembuluh darah, antara lain:

  • CT angiografi.
  • MR angiografi.
  • Angiografi konvensional.
  • Ultrasonografi Doppler.
  • PET scan pada kondisi tertentu.

Pemeriksaan ini dapat menunjukkan adanya penyempitan, penyumbatan, atau perubahan struktur pembuluh darah.

Pengobatan

Tujuan utama pengobatan adalah mengendalikan peradangan, mencegah kerusakan pembuluh darah lebih lanjut, dan mengurangi risiko komplikasi.

Kortikosteroid

Kortikosteroid sering menjadi terapi awal untuk mengurangi aktivitas peradangan.

Obat Imunosupresan

Apabila diperlukan, dokter dapat meresepkan obat yang menekan aktivitas sistem imun, seperti:

  • Metotreksat.
  • Azatioprin.
  • Leflunomid.
  • Mikofenolat mofetil.

Terapi Biologik

Pada pasien yang tidak merespons terapi standar atau mengalami kekambuhan, terapi biologik dapat dipertimbangkan sesuai penilaian dokter spesialis.

Tindakan Bedah atau Intervensi

Jika terjadi penyempitan berat atau komplikasi pembuluh darah, tindakan berikut mungkin diperlukan:

  • Angioplasti.
  • Pemasangan stent.
  • Operasi bypass pembuluh darah.
  • Operasi pada katup aorta jika terdapat kerusakan yang signifikan.

Keputusan terapi selalu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Komplikasi

Arteritis Takayasu dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama bila diagnosis dan pengobatan terlambat.

Komplikasi yang mungkin terjadi meliputi:

  • Hipertensi.
  • Stroke.
  • Gagal jantung.
  • Penyakit jantung koroner.
  • Kerusakan ginjal.
  • Aneurisma.
  • Diseksi aorta.
  • Gangguan aliran darah ke berbagai organ tubuh.

Risiko komplikasi bergantung pada lokasi dan tingkat keparahan kerusakan pembuluh darah.

Pencegahan

Karena penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, tidak ada cara yang terbukti dapat mencegah arteritis Takayasu.

Bagi pasien yang telah didiagnosis, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko komplikasi:

  • Mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter.
  • Melakukan kontrol rutin.
  • Menjaga tekanan darah tetap terkontrol.
  • Tidak merokok.
  • Menjalani pola hidup sehat.
  • Mengelola faktor risiko penyakit kardiovaskular lainnya.

Prognosis

Prognosis arteritis Takayasu bervariasi pada setiap individu.

Dengan diagnosis dini dan pengobatan yang tepat, banyak pasien dapat mempertahankan kualitas hidup yang baik. Namun, penyakit ini sering bersifat kronis dan dapat mengalami kekambuhan sehingga pemantauan jangka panjang tetap diperlukan.

Kerusakan pembuluh darah yang telah terjadi sebelum pengobatan tidak selalu dapat dipulihkan sepenuhnya.

Kapan Harus ke Dokter

Segera cari pertolongan medis darurat jika mengalami:

  • Nyeri dada mendadak.
  • Sesak napas berat.
  • Gejala stroke seperti wajah mencong, kelemahan pada satu sisi tubuh, atau gangguan bicara.

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami:

  • Kelelahan berkepanjangan tanpa sebab jelas.
  • Pusing berulang.
  • Sakit kepala yang tidak biasa.
  • Nyeri lengan saat beraktivitas.
  • Tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan.
  • Perbedaan tekanan darah atau denyut nadi antara kedua lengan.

Diagnosis dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.

Poin Penting yang Perlu Diingat

  • Arteritis Takayasu adalah penyakit peradangan pada pembuluh darah besar.
  • Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi diduga berkaitan dengan gangguan sistem imun.
  • Gejala awal sering tidak spesifik sehingga diagnosis dapat terlambat.
  • Penyakit dapat menyebabkan penyempitan arteri dan gangguan aliran darah ke berbagai organ.
  • Pengobatan bertujuan mengendalikan peradangan dan mencegah komplikasi.
  • Sebagian besar pasien memerlukan pemantauan jangka panjang.

FAQ

Apakah arteritis Takayasu bisa sembuh total?

Belum ada terapi yang dapat menjamin kesembuhan permanen. Namun, pengobatan dapat membantu mengendalikan aktivitas penyakit dan mengurangi risiko komplikasi.

Apakah arteritis Takayasu termasuk penyakit autoimun?

Penyakit ini diduga melibatkan mekanisme autoimun, meskipun penyebab pastinya belum diketahui secara pasti.

Siapa yang paling sering terkena arteritis Takayasu?

Kondisi ini lebih sering ditemukan pada perempuan usia muda, terutama sebelum usia 40 tahun.

Apakah arteritis Takayasu berbahaya?

Ya. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, aneurisma, dan gagal jantung.

Apakah penderita harus kontrol rutin?

Ya. Pemantauan berkala diperlukan untuk menilai aktivitas penyakit, respons pengobatan, dan kemungkinan komplikasi.


Referensi

  1. Mayo Clinic. Takayasu’s Arteritis: Symptoms and Causes.
  2. Mayo Clinic. Takayasu’s Arteritis: Diagnosis and Treatment.
  3. MedlinePlus. Takayasu Arteritis.
  4. American College of Rheumatology. Takayasu Arteritis.
  5. Maz M, Chung SA, Abril A, et al. 2021 American College of Rheumatology/Vasculitis Foundation Guideline for the Management of Giant Cell Arteritis and Takayasu Arteritis. Arthritis & Rheumatology. 2021.
  6. Vasculitis Foundation. Takayasu Arteritis Educational Resources.
  7. MSD Manual Professional Edition. Takayasu Arteritis.