Xerophthalmia

Redaksi DokteriaRabu, 15 Juli 2026 | 20:41 WIB
Xerophthalmia: Mata Kering Parah Akibat Kurang Vitamin A
Xerophthalmia: Mata Kering Parah Akibat Kurang Vitamin A

Kalau anak kamu tiba-tiba kesulitan melihat di tempat gelap, atau matanya tampak kering dan ada bercak putih berbusa di bagian putihnya, itu bukan hal sepele yang bisa ditunggu.

Kondisi ini punya nama: xerophthalmia (baca: ze-rof-tal-mi-a), yaitu sekumpulan gangguan mata yang terjadi karena tubuh kekurangan vitamin A. Mulai dari yang ringan seperti rabun senja, sampai yang paling parah yaitu korneanya melunak dan bisa bocor. Kalau sudah sampai tahap itu, kebutaannya bisa permanen.

Kabar baiknya: kalau ditangkap lebih awal, kondisi ini hampir selalu bisa disembuhkan. Vitamin A yang tepat, diberikan tepat waktu, bisa membalikkan gejala dengan cepat.

Apa Sebenarnya yang Terjadi di Mata Saat Kekurangan Vitamin A?

Vitamin A bukan sekadar “vitamin untuk mata”. Vitamin ini bekerja di dua tempat sekaligus di dalam bola mata.

Pertama, di retina (lapisan peka cahaya di bagian belakang mata). Di sana, vitamin A adalah bahan baku utama untuk membuat sel yang berfungsi melihat dalam kondisi cahaya redup. Kalau vitamin A kurang, sel ini tidak bisa bekerja dengan baik. Hasilnya: rabun senja (tidak bisa melihat dengan jelas saat cahaya minim).

Kedua, di permukaan mata. Vitamin A menjaga sel-sel di konjungtiva (selaput bening tipis yang melapisi bola mata dan kelopak) dan kornea (lapisan bening paling depan mata) tetap sehat dan lembap. Tanpa vitamin A, sel-sel ini mengering, mengeras, dan akhirnya rusak.

Kerusakan ini bisa berjalan pelan, selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Itulah kenapa banyak orang tidak menyadarinya sampai kondisi sudah cukup parah.

Ilustrasi xerophthalmia

Gejalanya Seperti Apa? Bisa Kukenali Sendiri?

Xerophthalmia berkembang secara bertahap. WHO membagi tahapannya seperti ini, dari yang paling awal sampai paling berat:

Tahap 1: Rabun senja

Anak jadi takut atau canggung saat suasana gelap. Sering menabrak benda di malam hari. Terlihat lebih pasif saat lampu dimatikan. Ini tanda paling awal dan paling mudah dikenali.

Tahap 2: Mata kering dan kusam

Konjungtiva (putih mata) kehilangan kilaunya. Terlihat kering, kasar, tidak basah seperti biasanya.

Tahap 3: Bercak Bitot Muncul bercak putih keabu-abuan, berbusa, seperti buih sabun kecil, di bagian putih mata. Ini tanda yang cukup spesifik untuk xerophthalmia dan sudah menandakan kekurangan vitamin A yang signifikan.

Tahap 4: Kornea mengering dan berkabut

Kornea (bagian bening depan mata) mulai tampak keruh. Ini tahap yang masih bisa diselamatkan dengan penanganan cepat.

Tahap 5: Keratomalasia

Kornea mulai melunak, meleleh, dan bisa berlubang. Ini tahap paling berbahaya. Bahkan dengan penanganan terbaik pun, kerusakan pada tahap ini seringkali tidak bisa sepenuhnya dipulihkan.

Perlu tahu ini: rabun senja dan bercak Bitot adalah sinyal paling awal yang bisa kamu perhatikan di rumah. Jangan tunggu sampai muncul keluhan lain.

Siapa yang Paling Berisiko Terkena Ini?

Xerophthalmia bukan penyakit yang bisa mengenai semua orang secara merata. Ada kelompok yang jauh lebih rentan.

Anak balita (terutama usia 1-5 tahun) adalah kelompok yang paling sering terdampak. Kebutuhan vitamin A mereka tinggi untuk tumbuh kembang, sementara cadangan di tubuh mereka masih terbatas. WHO memperkirakan ada sekitar 254 juta anak di dunia yang kekurangan vitamin A.

Ibu hamil dan menyusui juga sangat berisiko. Kebutuhan vitamin A meningkat drastis selama kehamilan dan menyusui. Kekurangan pada ibu bisa mempengaruhi cadangan vitamin A bayi yang baru lahir.

Anak yang baru sembuh dari campak atau diare berat perlu diawasi ekstra. Kedua penyakit ini bisa menguras cadangan vitamin A dalam tubuh dengan sangat cepat, bahkan pada anak yang sebelumnya tampak sehat.

Orang dengan gangguan penyerapan lemak seperti penyakit hati kronis, penyakit radang usus (Crohn’s disease), atau yang baru menjalani operasi saluran cerna bagian atas juga berisiko, meskipun ini lebih jarang terjadi.

Di Indonesia, kekurangan vitamin A pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang nyata, terutama di daerah dengan keterbatasan akses pangan bergizi.

Kapan Harus Buru-Buru ke Dokter?

Ini daftar yang perlu langsung ditindaklanjuti. Jangan tunggu besok.

Segera bawa ke dokter atau IGD rumah sakit jika:

  • Kornea (bagian hitam depan mata) tampak keruh, putih susu, atau “meleleh”
  • Ada luka atau lubang yang terlihat di permukaan mata
  • Mata anak berair banyak dan sangat sensitif terhadap cahaya secara tiba-tiba
  • Anak tidak mau membuka mata karena sakit
  • Penglihatan memburuk dalam hitungan jam atau hari

Buat janji dokter dalam waktu dekat jika:

  • Anak sering menabrak benda atau tampak bingung di tempat gelap
  • Ada bercak putih berbusa di bagian putih mata
  • Mata tampak kering, kusam, tidak berkilau seperti biasanya
  • Anak baru sembuh dari campak atau diare panjang dan mulai ada keluhan mata

Satu aturan praktis: kalau kamu ragu, lebih baik pergi ke dokter dan ternyata tidak apa-apa, daripada menunggu dan menyesal.

Dokter Akan Lakukan Apa Saat Periksa?

Dokter biasanya akan mulai dengan menanyakan pola makan anak dan riwayat penyakitnya belakangan ini.

Pemeriksaan mata dilakukan langsung, melihat kondisi konjungtiva dan kornea. Pada kasus yang memerlukan konfirmasi, dokter bisa mengambil darah untuk mengukur kadar vitamin A (retinol) dalam tubuh. Kadar normal vitamin A dalam darah adalah di atas 0,70 mikromol per liter.

Kalau kadarnya rendah dan ada gejala di mata, diagnosisnya sudah cukup jelas.

Bagaimana Cara Mengobatinya?

Tujuan utama pengobatan adalah menghentikan kerusakan dan memulihkan fungsi mata secepat mungkin.

Suplemen vitamin A dosis tinggi adalah penanganan utama. WHO merekomendasikan pemberian vitamin A dosis tinggi tiga kali: pada hari pertama, hari kedua, lalu dua minggu kemudian. Dosisnya disesuaikan dengan usia anak.

Mengapa tiga kali? Karena satu dosis saja tidak cukup untuk mengisi ulang cadangan vitamin A yang habis terkuras. Dosis kedua dan ketiga memastikan simpanan di tubuh benar-benar pulih.

Untuk mata yang kering, dokter bisa memberikan tetes mata buatan (artificial tears) yang bebas pengawet. Ini membantu menjaga kelembapan permukaan mata sementara vitamin A bekerja dari dalam.

Kalau ada infeksi bakteri, antibiotik tetes mata bisa ditambahkan.

Kondisi-kondisi di balik kekurangan vitamin A, seperti penyakit hati, gangguan usus, atau malnutrisi berat, juga harus ditangani bersamaan. Mengobati mata saja tanpa mengatasi penyebabnya tidak akan memberi hasil jangka panjang.

Pada tahap awal, yaitu sebelum kornea rusak, penglihatan bisa pulih sepenuhnya. Setelah kornea mulai mengalami kerusakan, pemulihan tidak bisa dijamin 100%, bahkan dengan operasi sekalipun.

Apa yang Terjadi Kalau Dibiarkan Saja?

Ini yang perlu diketahui dengan jelas.

Xerophthalmia yang tidak diobati bisa berakhir dengan kebutaan permanen. Bukan ancaman kosong. Setiap tahun, diperkirakan 20.000 hingga 100.000 anak baru mengalami kebutaan akibat kondisi ini di seluruh dunia.

Yang membuat kondisi ini sangat disayangkan: kebutaan ini hampir seluruhnya bisa dicegah.

Penelitian menunjukkan bahwa pada kasus dengan kerusakan kornea (tahap keratomalasia), hanya sekitar 40% anak yang bertahan hidup setahun setelahnya. Dari yang bertahan, sekitar 25% mengalami kebutaan total dan 50-60% mengalami gangguan penglihatan permanen.

Itulah kenapa kecepatan bertindak benar-benar menentukan segalanya.

Bagaimana Mencegahnya Mulai Sekarang?

Pencegahan xerophthalmia sebenarnya tidak rumit. Intinya ada di satu hal: pastikan tubuh mendapat cukup vitamin A.

Dari makanan sehari-hari, sumber vitamin A yang baik antara lain:

  • Hati ayam atau sapi (sumber terkaya)
  • Telur
  • Susu dan produk susu lainnya
  • Ikan
  • Wortel, ubi jalar, labu kuning (mengandung beta-karoten yang diubah tubuh menjadi vitamin A)
  • Bayam, kangkung, dan sayuran hijau gelap lainnya
  • Mangga dan pepaya matang

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan menjalankan program pemberian kapsul vitamin A gratis untuk anak usia 6 bulan sampai 5 tahun, yaitu setiap bulan Februari dan Agustus di Posyandu dan Puskesmas. Pastikan anak kamu tidak melewatkan jadwal ini.

Kalau anak punya kondisi khusus seperti gangguan penyerapan makanan, konsultasikan dengan dokter soal suplemen tambahan yang tepat.

Apakah Anak yang Makan Cukup Bisa Tetap Kena Ini?

Jawabannya: bisa, tapi jarang.

Ada kondisi tertentu yang membuat tubuh tidak bisa menyerap atau menyimpan vitamin A dengan baik, meskipun makanannya sudah cukup. Ini termasuk penyakit hati berat, radang usus kronis, atau gangguan pankreas.

Pada orang dewasa, konsumsi alkohol berlebihan adalah salah satu penyebab tersembunyi yang sering terlewat. Alkohol merusak kemampuan hati untuk menyimpan vitamin A.

Kalau ada keluhan mata yang mirip xerophthalmia tapi pola makannya sudah terlihat baik, dokter perlu menggali lebih dalam apakah ada penyakit lain yang mendasarinya.

FAQ

1. Apakah mata kering biasa bisa jadi xerophthalmia?

Mata kering biasa (seperti karena terlalu lama menatap layar atau berada di ruangan ber-AC) berbeda dari xerophthalmia. Mata kering biasa tidak disertai rabun senja atau bercak putih di bola mata. Tapi kalau mata kering disertai gejala-gejala itu, sebaiknya periksa ke dokter untuk memastikan kadar vitamin A.

2. Anak saya sudah minum susu formula setiap hari. Apa masih bisa kekurangan vitamin A?

Susu formula biasanya sudah difortifikasi dengan vitamin A. Tapi kebutuhan setiap anak berbeda, terutama saat sedang sakit atau mengalami diare panjang. Jika ada keluhan penglihatan, tetap periksakan ke dokter.

3. Apakah bercak Bitot di mata berbahaya?

Bercak Bitot adalah tanda bahwa kekurangan vitamin A sudah cukup berat. Belum tentu langsung berbahaya, tapi ini sinyal untuk segera ke dokter. Pada stadium ini, penanganan masih bisa memulihkan mata sepenuhnya.

4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai mata membaik setelah minum vitamin A?

Rabun senja biasanya membaik dalam hitungan hari setelah pemberian vitamin A. Bercak Bitot bisa hilang dalam beberapa minggu. Tapi kalau sudah ada kerusakan kornea, prosesnya lebih lama dan hasilnya tidak bisa dipastikan.

5. Apakah ibu hamil juga perlu khawatir soal ini?

Ya. Kebutuhan vitamin A meningkat saat hamil dan menyusui. Ibu hamil yang kekurangan vitamin A berisiko mengalami rabun senja dan lebih rentan terhadap infeksi. Bayi yang dilahirkan dari ibu dengan kekurangan vitamin A juga lebih rentan terdampak. Konsultasikan dengan dokter kandungan tentang kecukupan vitamin A dalam kehamilan kamu.

6. Bisakah orang dewasa terkena xerophthalmia juga?

Bisa, meskipun jarang. Pada orang dewasa, penyebab tersering adalah penyakit hati, gangguan penyerapan usus, atau konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang. Kalau ada keluhan mata kering yang tidak membaik dengan tetes mata biasa dan disertai kesulitan melihat di tempat gelap, sebaiknya periksa lebih lanjut.

7. Apakah ada cara sederhana untuk cek kadar vitamin A di rumah?

Tidak ada tes yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Pemeriksaan kadar vitamin A perlu dilakukan melalui tes darah di laboratorium. Tapi kamu bisa mulai mengenali tanda-tandanya sendiri, terutama perubahan kemampuan melihat di tempat gelap.


REFERENSI

  1. Feroze KB, Kaufman EJ. Xerophthalmia. StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; Diperbarui April 2023. Tersedia di: ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK431094/
  2. World Health Organization. Xerophthalmia and Night Blindness for the Assessment of Clinical Vitamin A Deficiency in Individuals and Populations. WHO Vitamin and Mineral Nutrition Information System (VMNIS). Geneva: WHO; 2014.
  3. World Health Organization. Guideline: Vitamin A Supplementation for Infants and Children 6–59 Months of Age. Geneva: WHO; 2011.
  4. MSF Medical Guidelines. Xerophthalmia (Vitamin A Deficiency). Médecins Sans Frontières; Diperbarui 2023. Tersedia di: medicalguidelines.msf.org
  5. Grantham-McGregor S, Fernald LC, Kagawa RMC. Effects of integrated child development and nutrition interventions on child development and nutritional status. Ann N Y Acad Sci. 2023. (Data epidemiologi WHO dikutip dalam konteks ini.)
  6. Chiu M, Watson S. Xerophthalmia and Vitamin A Deficiency: Ocular manifestations in children in high-income countries. ScienceDirect. Publikasi online Mei 2024.
  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Manfaat Pemberian Vitamin A untuk Anak. Jakarta: Kemenkes RI; 2021.
  8. Alomedika. Diagnosis Defisiensi Vitamin A. Diperbarui Agustus 2024. Tersedia di: alomedika.com