Bisul itu menyakitkan dan menjengkelkan. Wajar kalau kamu langsung ingin memencetnya. Tapi sebelum melakukan apa pun, ada satu hal yang perlu kamu tahu dulu.
Sebagian besar bisul tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri dalam 1 sampai 3 minggu. Caranya pun sederhana, cukup dengan kompres hangat. Tapi ada situasi tertentu, terutama bisul di wajah bagian tengah, yang butuh perhatian lebih serius dan penanganan dokter.
Ini panduan lengkapnya.
Sebenarnya, apa itu bisul?
Bisul, dalam bahasa medis disebut furunkel (infeksi bakteri dalam kantong rambut di bawah kulit), terbentuk ketika bakteri masuk ke folikel rambut (lubang kecil di kulit tempat rambut tumbuh). Bakteri yang paling sering jadi penyebabnya adalah Staphylococcus aureus, bakteri yang memang hidup di kulit banyak orang tanpa menimbulkan masalah, sampai ia menemukan celah masuk.
Prosesnya kira-kira seperti ini. Kulit terluka kecil karena gesekan, cukuran, atau garukan. Bakteri masuk. Tubuh langsung bereaksi dan mengirim sel-sel perlawanan ke sana. Pertempuran itulah yang menciptakan cairan kuning-putih bernama nanah, sehingga muncul benjolan merah yang semakin lama semakin membesar dan nyeri.
Bisul sering muncul di tempat-tempat yang lembap, berbulu, dan mudah bergesekan. Misalnya leher belakang, ketiak, selangkangan, bokong, dan wajah.
Apakah bisul menular?
Ya, tapi tidak lewat udara. Bisul menular lewat kontak langsung dengan nanah atau menyentuh benda yang terkena nanah tersebut, lalu menyentuh kulit yang luka.
Jadi kalau kamu punya bisul, pakai handuk sendiri. Cuci tangan setelah memegang area bisul. Jangan berbagi alat cukur dengan orang lain.
Kenapa bisul di wajah bagian tengah perlu perhatian lebih?
Ini adalah informasi yang jarang orang ketahui, tapi sangat penting.
Ada area di wajah yang dokter sebut “segitiga berbahaya” (danger triangle of the face). Area ini membentang dari sudut mulut kiri, naik ke pangkal hidung, lalu turun ke sudut mulut kanan, mencakup hidung, bibir atas, dan daerah di sekitarnya.
Kenapa berbahaya? Karena pembuluh darah di area ini terhubung langsung ke rongga di dalam kepala yang berdekatan dengan otak, yaitu sinus kavernosus. Kalau infeksi di sana dipencet atau ditangani sembarangan, bakteri bisa terdorong masuk ke aliran darah menuju kepala. Komplikasi yang bisa terjadi, meski sangat jarang, antara lain trombosis sinus kavernosus (gumpalan darah infeksi di dalam kepala), meningitis (radang selaput otak), atau abses otak.
Sangat jarang? Ya. Tapi kalau terjadi, bisa mengancam jiwa.
Artinya buat kamu: Bisul di hidung atau bibir atas, jangan pernah dipencet sendiri. Langsung ke dokter.
Kenapa saya tidak boleh memencet atau menusuk bisul sendiri?
Banyak orang berpikir memencet bisul akan mempercepat sembuh. Nyatanya, justru sebaliknya.
Memencet atau menusuk bisul sendiri bisa menyebabkan infeksi menyebar. Ketika kamu memencetnya, tekanan mendorong bakteri lebih dalam ke jaringan kulit. Bisa terjadi selulitis (infeksi kulit yang menyebar meluas) atau bahkan infeksi yang masuk ke aliran darah.
Ini berlaku untuk semua bisul, bukan hanya yang ada di wajah.
Apa yang bisa saya lakukan sendiri di rumah?
Untuk bisul kecil yang muncul di badan, punggung, atau bokong, perawatan di rumah biasanya cukup.
Langkah yang terbukti membantu:
Kompres dengan kain hangat yang lembap, beberapa kali sehari, sekitar 10 menit setiap kali. Panas membantu bisul matang lebih cepat, lalu pecah dan mengalir sendiri.
Begitu bisul pecah sendiri, bersihkan area itu dengan sabun dan air. Tutup dengan plester atau kain kasa bersih. Cuci tangan setelah memegang area bisul.
Itu saja. Tidak perlu salep antibiotik di luar kecuali dokter meresepkannya.
Bisul yang dirawat dengan cara ini biasanya membaik dalam 1 sampai 2 minggu.
Kapan bisul harus ditangani dokter?
Pergi ke dokter kalau kamu mengalami salah satu dari ini:
- Bisul ada di hidung, bibir atas, atau area wajah tengah
- Bisul sudah lebih dari seminggu tidak membaik sama sekali dengan kompres hangat
- Bisul sangat besar (lebih dari 5 sentimeter atau seukuran koin Rp500)
- Kamu punya lebih dari satu bisul sekaligus
- Kamu demam
- Kulit di sekitar bisul semakin merah dan merambat meluas
- Kamu punya diabetes, gangguan sistem kekebalan tubuh, atau sedang minum obat yang menekan daya tahan tubuh
- Bisul muncul berulang terus-menerus
Penderita diabetes disarankan menemui dokter bahkan untuk bisul kecil sekalipun, karena risiko komplikasi lebih tinggi.
Apa yang dilakukan dokter untuk mengobati bisul?
Dokter punya dua pilihan utama, tergantung kondisi bisulnya.
Pertama, insisi dan drainase. Dokter akan membius area sekitar bisul, lalu membuat sayatan kecil untuk mengeluarkan nanah. Cara ini meredakan nyeri, mempercepat pemulihan, dan mengurangi risiko bekas luka. Prosedurnya dilakukan di lingkungan steril dan relatif cepat.
Kedua, antibiotik. Tidak semua bisul butuh antibiotik. Antibiotik oral diberikan bila bisul cukup besar, jumlahnya lebih dari satu, atau disertai demam. Dokter yang menentukan apakah kamu perlu antibiotik atau tidak, karena pemakaian antibiotik sembarangan justru bisa menimbulkan bakteri yang kebal obat.
Jangan terkejut kalau dokter tidak langsung memberikan antibiotik. Itu bukan berarti bisulmu tidak ditangani serius. Justru itu pendekatan yang tepat.
Kenapa bisul saya terus muncul lagi?
Ini pertanyaan yang sangat sering. Sekitar 10 persen orang yang pernah mengalami bisul akan mengalaminya lagi dalam 12 bulan ke depan.
Beberapa hal yang membuat seseorang lebih rentan:
- Membawa bakteri Staphylococcus aureus di hidung atau kulit tanpa tanda-tanda sakit (ini terjadi pada sekitar 30 persen orang sehat)
- Gula darah yang tidak terkontrol
- Daya tahan tubuh yang lemah
- Kontak dekat dengan orang yang sering bisul
- Sering berkeringat atau kulit kerap bergesekan dengan pakaian ketat
Kalau bisul kamu berulang lebih dari dua atau tiga kali dalam setahun, bicarakan dengan dokter. Ada protokol khusus untuk memutus siklus infeksi berulang ini, termasuk pemeriksaan apakah ada kondisi lain yang menjadi pemicunya.
Ini tanda-tanda darurat. Jangan tunggu besok.
Segera ke IGD atau dokter hari itu juga kalau kamu mengalami:
- Demam tinggi disertai bisul
- Bisul di hidung atau bibir atas yang disertai sakit kepala hebat, nyeri mata, atau penglihatan ganda
- Kulit merah merambat cepat dari area bisul ke area yang lebih luas
- Badan terasa sangat lemah, menggigil, atau tampak sakit berat
- Wajah atau leher bengkak yang menyebar
Gejala-gejala ini bisa berarti infeksi sudah mulai menyebar. Ini bukan situasi untuk “tunggu dulu besok.”
Apakah ada cara supaya bisul tidak muncul lagi?
Tidak ada cara yang menjamin 100 persen. Tapi ada yang bisa membantu mengurangi risikonya:
Cuci tangan dengan benar setelah memegang area bisul, dan cuci pakaian, handuk, atau kain kompres yang pernah menyentuh bisul, terutama kalau kamu sering kambuhan.
Selain itu, usahakan menjaga kebersihan kulit, ganti pakaian olahraga segera setelah berolahraga, dan hindari berbagi alat cukur atau handuk dengan orang lain.
Kalau kamu punya diabetes, menjaga gula darah tetap terkontrol adalah salah satu langkah terpenting untuk mengurangi risiko infeksi kulit.
FAQ
1. Bisul saya baru muncul kemarin. Apa yang harus saya lakukan sekarang?
Mulai kompres dengan kain hangat lembap, dua sampai tiga kali sehari, masing-masing sekitar 10 menit. Jangan dipencet. Pantau perkembangannya selama seminggu. Kalau tidak membaik, ke dokter.
2. Boleh tidak bisul saya pakai salep yang dijual bebas?
Salep antiseptik sederhana boleh untuk menjaga kebersihan area sekitarnya. Tapi salep antibiotik sebaiknya berdasarkan rekomendasi dokter, karena tidak semua bisul butuh antibiotik topikal dan pemakaian yang tidak tepat bisa mempercepat resistensi.
3. Bisul saya sudah pecah sendiri. Harus bagaimana?
Bagus. Itu artinya prosesnya berjalan normal. Bersihkan nanah yang keluar dengan kapas atau kain bersih. Cuci area itu dengan sabun dan air. Tutup dengan plester bersih dan ganti setiap hari. Terus pantau sampai benar-benar kering dan sembuh.
4. Anak saya yang masih kecil terkena bisul. Apakah sama penanganannya?
Prinsipnya sama, yaitu kompres hangat dan jangan dipencet. Tapi anak-anak, terutama bayi dan balita, sebaiknya diperiksa dokter kalau bisulnya di wajah, lebih dari satu, atau disertai demam. Jangan tunggu terlalu lama.
5. Apakah bisul bisa menjadi kanker?
Tidak. Bisul adalah infeksi bakteri, bukan pertanda kanker. Kalau kamu punya benjolan yang tidak nyeri, tidak berisi nanah, dan tidak membaik atau bahkan membesar dalam waktu berminggu-minggu, itu perlu dievaluasi dokter untuk alasan berbeda, bukan karena bisul.
6. Mengapa bisul terasa sangat nyeri?
Nyeri berasal dari tekanan nanah yang terkumpul di dalam jaringan. Semakin banyak nanah, semakin besar tekanan, semakin nyeri. Itulah mengapa begitu bisul pecah dan nanah keluar, nyeri langsung berkurang drastis.
7. Apakah bisul yang sudah sembuh akan meninggalkan bekas?
Bisul kecil yang sembuh sendiri biasanya tidak meninggalkan bekas berarti. Bisul besar atau yang ditangani terlambat bisa meninggalkan bekas luka. Semakin cepat ditangani dengan benar, semakin kecil kemungkinan bekas.
8. Berapa lama bisul bisa sembuh?
Bisul kecil yang dikompres rutin biasanya membaik dalam 1 sampai 2 minggu. Bisul yang lebih besar atau yang butuh tindakan dokter bisa memakan waktu lebih lama, tapi nyeri biasanya berkurang jauh lebih cepat setelah nanah dikeluarkan.
REFERENSI
- Mayo Clinic. Boils and Carbuncles: Diagnosis and Treatment. mayoclinic.org. Diperbarui 2021. Diakses 2025.
- Harvard Health Publishing. Boils and Carbuncles. health.harvard.edu. Diperbarui September 2023.
- National Library of Medicine (NCBI Bookshelf). Boils and Carbuncles: How Are Boils Treated? InformedHealth.org. Diperbarui Januari 2026. (Merujuk pula pada: Sunderkötter C et al. Common Skin and Soft Tissue Infections – Current Recommendations. Dermatologie 2025;76(8):470–479.)
- Alomedika. Penatalaksanaan Furunkel. alomedika.com. Diperbarui 2022. (Merujuk pada: American Academy of Dermatology, How to Treat Boils and Styes, 2022.)
- Nasution A et al. Furunkel dan Karbunkel: Etiologi, Manifestasi Klinis, Diagnosis, Tatalaksana. Jurnal Medika Malahayati. 2022;7(2):337. doi:10.33024/jmm.v6i2.6379
- Lin HS et al. Interventions for Bacterial Folliculitis and Boils (Furuncles and Carbuncles). Cochrane Database of Systematic Reviews. 2018;(8):CD013099. doi:10.1002/14651858.CD013099
- Troxell T, Hall CA. Carbuncle. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Diperbarui 2022.
- Patient.info (Shallcross LJ et al.). Boils and Carbuncles. patient.info. Diperbarui Februari 2025. (Merujuk pada: Incidence and Recurrence of Boils and Abscesses within the First Year: A Cohort Study in UK Primary Care. Br J Gen Pract. 2015.)
- Healthline / Cleveland Clinic. Nasal Vestibulitis and the Danger Triangle of the Face. Diperbarui Desember 2025.
- PMC / NCBI. Cavernous Sinus Thrombosis of Nasal Origin in Children. PMC4298578. (Merujuk pada catatan historis: Maes U. Infections of the Dangerous Areas of the Face. Annals of Surgery. 1937;106(1):1–10.)





