Kamu baru dari ruang USG. Dokter bilang ada kantung kehamilan, tapi tidak ada janin di dalamnya. Tes hamil positif, gejala mual mungkin juga ada. Tapi sekarang semua terasa tidak masuk akal.
Ini adalah kondisi yang disebut blighted ovum. Nama medis yang lebih baru adalah anembryonic pregnancy (kehamilan tanpa embrio). Ini bukan hal yang langka, dan ini bukan salah kamu.
Yang paling penting kamu tahu dulu: ini bukan kehamilan yang bisa diselamatkan. Bukan karena terlambat ditangani. Tapi karena embrio memang tidak pernah terbentuk sejak awal.
Apa sebenarnya yang terjadi di dalam rahim saya?
Saat pembuahan berhasil, sel telur yang dibuahi menempel di dinding rahim. Tubuhmu mulai membentuk kantung kehamilan (disebut gestational sac), yaitu struktur berisi cairan yang seharusnya menjadi “rumah” untuk janin. Hormon kehamilan (hCG) pun naik. Tes positif.
Tapi pada blighted ovum, embrio tidak tumbuh di dalam kantung itu. Kantung kehamilan dan jaringan pendukungnya terus tumbuh, tapi embrio tidak berkembang, sehingga kantung tetap kosong.
Karena kantung masih tumbuh dan hormon masih diproduksi, tubuhmu belum “tahu” bahwa kehamilan ini tidak akan berlanjut. Itulah kenapa kamu mungkin masih merasakan gejala hamil.
Ini bukan kegagalan tubuhmu mendeteksi masalah. Ini memang cara kehamilan bekerja di minggu-minggu awal.
Seberapa sering ini terjadi? Apakah saya satu-satunya?
Tidak, kamu jauh dari sendirian. Blighted ovum diperkirakan menjadi penyebab sekitar setengah dari semua keguguran di trimester pertama.
Sekitar 15% dari semua kehamilan yang sudah diketahui berakhir dengan keguguran di trimester pertama. Banyak perempuan bahkan tidak menyadari kegugurannya, terutama bila terjadi sangat awal.
Artinya: ini adalah salah satu bentuk keguguran yang paling umum. Bukan sesuatu yang hanya terjadi padamu.
Kenapa ini bisa terjadi?
Blighted ovum biasanya terjadi akibat masalah kromosom (materi genetik dalam sel) saat pembelahan sel. Ini bisa terjadi karena kualitas sel telur atau sperma yang kurang baik, atau karena kesalahan acak yang terjadi saat pembuahan.
Bayangkan seperti ini: saat sel telur dibuahi, tubuh langsung mulai “membaca” instruksi genetik untuk membentuk janin. Kadang instruksi itu tidak lengkap atau ada yang salah cetak. Tubuh menghentikan prosesnya. Bukan karena ada yang salah denganmu, tapi karena “blue print”-nya dari awal tidak bisa digunakan.
Kelainan kromosom bertanggung jawab atas sekitar 50% keguguran di trimester pertama. Ini kejadian acak yang tidak bisa dicegah dengan istirahat lebih banyak, makan lebih sehat, atau menghindari stres.
Beberapa faktor yang bisa sedikit meningkatkan risiko:
- Usia di atas 35 tahun, karena kualitas sel telur memang menurun seiring usia
- Kondisi kesehatan tertentu yang tidak terkontrol
- Kualitas sperma yang kurang baik
Tapi penting dicatat: pada banyak kasus, tidak ada satu pun faktor risiko ini yang ditemukan. Ini memang bisa terjadi pada siapa saja.
Bagaimana dokter memastikan diagnosis ini?
Diagnosis ditegakkan lewat USG, bukan hanya gejala. Berdasarkan panduan medis, blighted ovum didiagnosis bila USG transvaginal (USG dengan alat yang dimasukkan lewat vagina, untuk gambar yang lebih jelas) menunjukkan kantung kehamilan berukuran 25 mm atau lebih tanpa janin di dalamnya.
Kadang dokter perlu mengulang USG beberapa hari kemudian sebelum memastikan diagnosis. Ini bukan doktermu yang ragu. Ini memang standar keamanan agar tidak ada salah diagnosis.
Satu USG saja belum tentu cukup untuk diagnosis pasti. Dokter bisa menunggu dan melakukan USG ulang pada interval waktu tertentu untuk memastikan embrio benar-benar tidak berkembang.
Jadi kalau kamu diminta kembali untuk USG ulang, itu artinya doktermu berhati-hati, bukan menunda keputusan.
Apa pilihan penanganannya?
Blighted ovum tidak bisa dipertahankan. Tidak ada pengobatan yang bisa memunculkan janin yang tidak pernah terbentuk. Yang bisa dipilih adalah bagaimana proses berakhirnya.
Ada tiga pilihan, dan semuanya sah. Dokter akan membantumu memilih sesuai kondisi dan keinginanmu.
1. Tunggu prosesnya terjadi sendiri (ekspektatif)
Tubuh biasanya akan mengenali bahwa kehamilan ini tidak berlanjut dan memulai proses keguguran alami. Ini bisa terjadi dalam beberapa hari hingga beberapa minggu.
Kelebihan: tidak ada prosedur atau obat. Kekurangannya: waktunya tidak pasti, dan bisa terasa lama secara emosional.
2. Obat-obatan (misoprostol)
Dokter memberi obat untuk membantu rahim mengeluarkan jaringan kehamilan lebih cepat. Pendekatan ini sudah menjadi bagian dari terapi standar secara internasional, berdasarkan panduan ACOG, RCOG, WHO, dan FIGO.
Misoprostol saja menghasilkan pengeluaran jaringan yang lengkap pada sekitar 83% kasus, dan angka ini bisa lebih tinggi bila dosis diulang sesuai kebutuhan.
Kamu akan merasakan kram dan perdarahan, mirip tapi biasanya lebih kuat dari menstruasi.
3. Tindakan bedah kecil (kuretase atau aspirasi vakum)
Dokter mengangkat jaringan kehamilan lewat prosedur singkat. Ini biasanya dipilih bila perdarahan banyak, ada tanda infeksi, atau pilihan pertama dan kedua tidak berhasil. Pembedahan bisa dipertimbangkan bila ada perdarahan berat, infeksi, atau bila pasien lebih memilih kepastian dan proses yang lebih cepat.
Tidak ada pilihan yang “paling benar”. Yang paling benar adalah yang paling sesuai dengan kondisi dan keputusanmu.
Kapan saya harus segera ke dokter atau UGD?
Pergi segera ke dokter atau UGD bila kamu mengalami salah satu dari ini:
- Perdarahan sangat banyak (lebih dari 2 pembalut penuh per jam selama 2 jam berturut-turut)
- Nyeri perut yang sangat berat dan tidak membaik
- Demam di atas 38°C
- Keluar jaringan dengan bau tidak sedap
- Merasa pusing berat, hampir pingsan, atau sangat lemas
Ini adalah tanda-tanda yang tidak boleh ditunggu. Hubungi dokter atau langsung ke fasilitas kesehatan terdekat.
Apakah saya bisa hamil lagi setelah ini?
Ya, dan kemungkinannya sangat baik. Kebanyakan perempuan yang pernah mengalami blighted ovum berhasil hamil dan melahirkan normal sesudahnya.
Penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang mengalami keguguran akibat kelainan kromosom (seperti blighted ovum) justru memiliki peluang 85% untuk berhasil hamil dan melahirkan pada kehamilan berikutnya.
Ini kabar yang baik.
Kapan boleh mencoba hamil lagi? Panduan medis berbeda-beda soal waktu. Banyak dokter menyarankan menunggu satu siklus menstruasi penuh. Tapi kondisi setiap orang berbeda. Diskusikan dengan doktermu, termasuk kondisi fisik dan kesiapan emosimu.
Bila kamu mengalami dua keguguran berturut-turut atau lebih, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebabnya.
Apakah ini pertanda ada yang salah dengan saya?
Satu kali blighted ovum, pada sebagian besar kasus, bukan pertanda ada masalah mendasar pada tubuhmu. Ini kejadian acak dalam proses pembuahan yang tidak sempurna, dan memang bisa terjadi pada siapa saja.
Yang perlu ditindaklanjuti lebih jauh adalah bila kamu mengalami keguguran berulang (dua kali atau lebih berturut-turut). Pada kondisi itu, dokter baru akan merekomendasikan pemeriksaan kromosom dan pemeriksaan lain.
Satu kali blighted ovum tidak berarti kamu tidak bisa punya anak.
Bagaimana dengan perasaan saya sekarang?
Kehilangan kehamilan, seberapa pun awalnya, adalah kehilangan yang nyata. Rasa sedih, marah, atau bingung adalah respons yang wajar dan manusiawi.
Banyak perempuan merasa bersalah atau mencari-cari apa yang salah. Hampir selalu jawabannya: tidak ada yang salah yang kamu lakukan.
Kalau kamu merasa kesedihan ini berat, bicaralah dengan orang yang kamu percaya atau minta rujukan ke konselor. Ini bukan lebay. Ini sehat.
FAQ
1. Kenapa tanda hamil saya masih terasa padahal tidak ada janin?
Karena kantung kehamilan masih tumbuh dan hormon hCG masih diproduksi. Tubuhmu belum menerima sinyal untuk berhenti. Gejala ini akan mereda setelah kehamilan berakhir.
2. Apakah blighted ovum bisa terdeteksi lebih awal kalau USG-nya lebih cepat?
Tidak selalu. Pada usia kehamilan yang sangat awal (di bawah 6-7 minggu), kantung kehamilan yang kosong belum bisa dibedakan dengan pasti dari kehamilan normal yang terlalu dini untuk terlihat janin. Itulah kenapa dokter kadang menunggu sebelum memastikan diagnosis.
3. Apakah kuretase wajib dilakukan?
Tidak wajib. Ini adalah salah satu dari tiga pilihan, bukan satu-satunya. Banyak kasus bisa ditangani dengan obat atau ditunggu secara alami. Dokter akan membantu memilih yang paling sesuai untukmu.
4. Apakah blighted ovum bisa terjadi lagi pada kehamilan berikutnya?
Bisa, tapi tidak sering. Risiko keguguran pada kehamilan berikutnya tidak jauh berbeda dari risiko pada perempuan yang belum pernah keguguran sebelumnya. Risiko keguguran kedua masih di bawah 10%.
5. Apakah pasangan saya perlu diperiksa juga?
Untuk satu kali kejadian, biasanya tidak diperlukan. Kalau terjadi dua kali atau lebih, dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan kromosom untuk keduanya, karena kualitas sperma juga bisa menjadi salah satu faktor.
6. Setelah berapa lama saya bisa tahu kehamilan berikutnya tidak apa-apa?
Pemeriksaan USG biasanya dilakukan sekitar usia kehamilan 7-8 minggu untuk melihat janin dan detak jantung. Tapi rasa cemas di kehamilan berikutnya setelah keguguran adalah hal yang sangat normal dan wajar.
7. Apakah blighted ovum termasuk keguguran?
Ya. Blighted ovum adalah salah satu jenis keguguran, dan terjadi di trimester pertama kehamilan. Ini bukan kehamilan yang “gagal karena kamu tidak menjaganya”. Ini keguguran yang terjadi karena embrio tidak terbentuk sejak awal.
REFERENSI
- Cleveland Clinic. Blighted Ovum (Anembryonic Pregnancy). Diperbarui 9 September 2024. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21924-blighted-ovum
- Mayo Clinic. Blighted ovum: What causes it? Diperbarui 17 Oktober 2023. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pregnancy-loss-miscarriage/expert-answers/blighted-ovum/faq-20057783
- Chaudhry K, Tafti D, Carlson K, et al. Anembryonic Pregnancy. StatPearls [Internet]. Diperbarui 6 November 2023. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499938/
- American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Early Pregnancy Loss. Practice Bulletin No. 200. Obstet Gynecol. 2018;132:e197-e207. https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/practice-bulletin/articles/2018/11/early-pregnancy-loss
- Society of Radiologists in Ultrasound. A Lexicon for First-Trimester Ultrasound: Consensus Conference Recommendations. American Journal of Obstetrics and Gynecology, 2025. (dikutip dalam: droracle.ai, 2025)
- Lemmers M, et al. Treatment Options After a Diagnosis of Early Miscarriage: Expectant, Medical, and Surgical. PMC / Deutsches Ärzteblatt International. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8864670/
- Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada (SOGC). Guideline No. 460: Diagnosis and Management of Intrauterine Early Pregnancy Loss. Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada, 2025. https://www.jogc.com/article/S1701-2163(25)00154-9/fulltext
- Onsod P, et al. Chromosomal abnormalities study for anembryonic pregnancy by BACs-on-Beads technique. Eur J Obstet Gynecol Reprod Biol. 2024 Jul;298:31-34.
- London Pregnancy Clinic. Blighted Ovum: Causes, Diagnosis & Treatment. https://www.londonpregnancy.com/what-is-a-blighted-ovum-anembryonic-pregnancy/





