Dokteria.com - Tumor jinak merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan benjolan atau pertumbuhan abnormal sel-sel di suatu organ atau jaringan tubuh. Sel biasanya membentuk tumor jinak yang tidak menyebabkan gejala dan tidak berbahaya bagi kesehatan.
Tumor jinak adalah pertumbuhan sel berlebih yang tidak menyebabkan kanker. Tumor ini dapat dibagi menjadi berbagai jenis, tergantung pada lokasinya. Misalnya lipoma yang muncul pada jaringan lemak (lipid) atau neuroma yang timbul akibat pertumbuhan sel saraf (neuron) yang berlebihan. Tumor sendiri umumnya dikelompokkan menjadi dua, yaitu tumor jinak dan tumor ganas.
Namun, beberapa tumor jinak dapat menyebabkan masalah kesehatan, terutama jika mereka tumbuh di organ internal atau menekan organ lain.
Untuk itu, dokter mungkin akan merekomendasikan bahwa pasien dengan tumor jinak menjalani tes diagnostik atau pengobatan untuk mengendalikan pertumbuhannya. Pengobatan umumnya meliputi pembedahan, radiasi, atau obat-obatan tertentu.
Tumor jinak mewakili pertumbuhan yang tidak menyebabkan kanker. Sehingga, pertumbuhan yang ada tidak akan melebar atau menyebar ke jaringan sekitar atau ke bagian tubuh lainnya.
Sedangkan pada tumor ganas, kondisi ini mengarah ke kanker, dengan kemungkinan menyebar dan rusak akibat tumor yang bisa tumbuh. Itu sebabnya, terkadang istilah tumor dan kanker sering dikacaukan. Ketika seseorang terdiagnosis kanker otak misalnya, berarti ia juga bisa dikatakan mengidap tumor otak ganas.
Jenis tumor jinak di dalam tubuh
Berikut ini adalah jenis tumor jinak yang dapat muncul di dalam tubuh.
1. Adenoma
Adenoma adalah tumor yang terbentuk di lapisan luar yang menutupi berbagai organ dalam dan kelenjar. Contoh adenoma adalah polip yang tumbuh di usus besar atau benjolan di hati.
2. Fibroma
Fibroma adalah tumor jinak yang tumbuh dari fibroid atau jaringan ikat di dalam tubuh. Karena jaringan ikat terdapat di seluruh bagian tubuh, fibroma dapat muncul di berbagai organ. Namun, lokasi yang paling umum munculnya benjolan ini adalah di dalam rahim.
3. Hemangioma
Hemangioma akan terlihat seperti area merah kebiruan yang agak menonjol di kulit. Kondisi ini juga sering disebut sebagai tanda lahir dan sering muncul di kepala, leher, atau badan.
4. Lipoma
Lipoma adalah salah satu jenis tumor jinak yang paling umum. Tumor jenis ini bisa muncul dari sel lemak berlebih dan sering ditemukan di leher, tangan, dan punggung.
Benjolan lipoma dapat dirasakan dengan jelas karena terletak di bawah permukaan kulit dan akan terasa lembut saat disentuh. Benjolan juga tidak nyeri dan bisa bergeser sedikit saat ditekan.
5. Meningioma
Meningioma adalah tumor jinak yang terbentuk di lapisan pelindung otak atau sumsum tulang belakang. Pada beberapa kasus tumor, kondisi ini bisa berkembang menjadi tumor ganas. Tapi ini sangat jarang.
6. Miom
Mioma adalah tumor jinak yang tumbuh dari sel otot atau dari dinding pembuluh darah. Tumor ini juga bisa tumbuh dari otot polos, seperti yang ditemukan di perut dan rahim.
7. Neuroma
Neuroma adalah tumor jinak yang timbul pada saraf dan dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu neurofibroma dan schwannoma. Tumor ini dapat muncul di area tubuh mana pun yang dilalui saraf.
8. Nevi
Nevi adalah tumor jinak yang sering juga disebut sebagai tahi lalat. Kondisi ini tidak berbahaya dan tanpa gejala, sehingga umumnya tidak memerlukan pengobatan kecuali untuk alasan estetika.
Namun, beberapa nevi atau tahi lalat baru yang terlihat aneh dan terus tumbuh bahkan berubah bentuk, tetap harus diperiksakan ke dokter. Karena kondisi ini bisa menimbulkan tanda-tanda melanoma atau kanker kulit.
9. Osteokondroma
Osteochondroma adalah tumor jinak tulang yang paling umum. Penampilannya biasanya terlihat jelas sebagai benjolan di dekat persendian, seperti lutut atau bahu.
10. Papiloma
Papiloma adalah tumor yang timbul dari jaringan epitel. Tumor jenis ini bisa muncul sebagai tumor jinak atau ganas di berbagai area tubuh, seperti kulit, leher rahim, mata, hingga payudara. Tumor jenis ini dapat terjadi akibat infeksi human papilloma virus (HPV).
Gejala tumor jinak
Tidak semua jenis tumor jinak menimbulkan gejala. Namun, saat muncul, gejala tumor jinak yang dirasakan seseorang bisa berbeda-beda, tergantung lokasi tumbuhnya.
Pada tumor yang tumbuh di otak misalnya, beberapa gejala yang dapat dirasakan antara lain pusing, gangguan penglihatan, dan gangguan daya ingat. Sedangkan untuk tumor yang muncul di dekat permukaan kulit, benjolan akan terasa saat diraba.
Beberapa gejala umum yang mungkin muncul pada berbagai jenis tumor jinak antara lain:
- Sering menggigil
- Nyeri di bagian tubuh yang tidak diketahui penyebabnya
- Badan lemas dan selalu merasa lelah
- Demam
- Nafsu makan menurun
- Mudah berkeringat di malam hari
- Penurunan berat badan
Baca Juga: Mengenal Jamur Truffle, Manfaat dan Cara Mengolahnya
Diagnosis dan pengobatan tumor jinak
Benjolan tumor yang muncul jauh dari permukaan kulit biasanya tidak akan terasa saat disentuh. Dengan demikian, pengobatan biasanya baru akan dimulai setelah gejala muncul.
Untuk memastikan adanya tumor jinak, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan dengan menggunakan rontgen, CT scan, mammogram, atau cara lain yang dapat melihat jaringan dalam tubuh dengan jelas.
Setelah mengetahui letak dan ukuran tumor, dokter baru akan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Pada tumor yang berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala, pengobatan lebih lanjut biasanya tidak diperlukan. Dokter hanya akan memantau perkembangannya dari waktu ke waktu.
Sedangkan untuk tumor yang cukup besar dengan gejala yang mengganggu, dokter dapat melakukan operasi pengangkatan tumor.
Pembedahan tumor seringkali dilakukan dengan menggunakan teknik endoskopi, yaitu dengan memasukkan alat khusus berupa tabung dan kamera kecil ke dalam area tumor. Cara ini tidak membutuhkan bukaan atau sayatan jaringan yang besar, sehingga waktu penyembuhannya relatif cepat.
Namun, pada beberapa kasus, dokter juga bisa melakukan operasi konvensional dengan membuka jaringan yang cukup besar. Hal ini membuat waktu pemulihan menjadi lebih lama.
Jika operasi pengangkatan tumor berisiko tinggi menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, maka metode pengobatan dengan terapi penyinaran dapat dipilih.
Meski tumor jinak tidak selalu berbahaya, namun tetap bijaksana untuk memeriksakan kondisi ini ke dokter jika muncul gejala. Jika tidak ada gejala namun muncul benjolan di tubuh tanpa sebab yang jelas, sebaiknya Anda juga memeriksakan diri ke dokter untuk diagnosis.
Dalam beberapa kasus, tumor jinak dapat berkembang menjadi tumor ganas. Dengan demikian, pengobatan sedini mungkin dapat mengurangi risiko keparahannya.






