Delirium adalah kondisi gangguan fungsi otak yang menyebabkan kebingungan, gangguan perhatian, perubahan kesadaran, dan kesulitan berpikir secara jelas yang muncul secara tiba-tiba. Kondisi ini merupakan keadaan medis yang memerlukan evaluasi segera karena sering kali menjadi tanda adanya penyakit atau gangguan kesehatan yang mendasarinya.
Pada banyak kasus, delirium dapat membaik atau sembuh setelah penyebabnya ditemukan dan ditangani. Namun, pemulihan dapat memerlukan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu, bahkan lebih lama pada sebagian orang.
Ringkasan Penyakit
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Nama kondisi | Delirium |
| Definisi | Gangguan kesadaran dan fungsi mental yang muncul mendadak |
| Organ yang terdampak | Otak |
| Gejala utama | Kebingungan, sulit fokus, perubahan kesadaran, gangguan berpikir |
| Awitan gejala | Mendadak, dalam hitungan jam hingga beberapa hari |
| Penyebab umum | Infeksi, efek obat, dehidrasi, gangguan metabolik, operasi, penyakit serius |
| Penanganan | Mengatasi penyebab yang mendasari dan perawatan suportif |
| Kegawatan | Memerlukan penilaian medis segera |
Pengertian Delirium
Delirium adalah sindrom neurologis yang ditandai oleh perubahan mendadak pada perhatian, kesadaran, dan kemampuan berpikir. Penderita dapat tampak bingung, sulit berkonsentrasi, tidak mengenali tempat atau waktu, serta mengalami perubahan perilaku yang berfluktuasi sepanjang hari.
Berbeda dengan demensia yang berkembang perlahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, delirium biasanya muncul secara akut dalam beberapa jam hingga beberapa hari. Gejalanya juga cenderung naik turun dalam waktu singkat.
Secara umum, delirium dibagi menjadi:
- Delirium hiperaktif: gelisah, agresif, atau sangat aktif.
- Delirium hipoaktif: mengantuk, lamban, atau tampak tidak responsif.
- Delirium campuran: berganti-ganti antara hiperaktif dan hipoaktif.
Penyebab Delirium
Delirium bukanlah penyakit tunggal, melainkan akibat dari gangguan yang memengaruhi fungsi otak.
Beberapa penyebab yang sering ditemukan meliputi:
- Infeksi, seperti pneumonia atau infeksi saluran kemih.
- Efek samping obat-obatan tertentu.
- Penggunaan alkohol atau obat terlarang, termasuk kondisi putus zat.
- Dehidrasi.
- Gangguan elektrolit atau metabolik.
- Penyakit berat yang memerlukan perawatan rumah sakit.
- Gagal hati atau gagal ginjal.
- Kurang tidur berat.
- Nyeri berat.
- Operasi dan efek anestesi.
- Stroke atau gangguan neurologis lainnya.
- Paparan racun tertentu.
Dalam banyak kasus, lebih dari satu faktor dapat berkontribusi terhadap terjadinya delirium.
Faktor Risiko
Seseorang lebih berisiko mengalami delirium apabila memiliki kondisi berikut:
- Usia lanjut.
- Sedang dirawat di rumah sakit, terutama di ICU.
- Demensia.
- Riwayat delirium sebelumnya.
- Penyakit kronis atau penyakit berat.
- Gangguan penglihatan atau pendengaran.
- Mengonsumsi obat yang memengaruhi fungsi otak.
- Baru menjalani operasi.
- Mengalami infeksi.
- Memiliki banyak penyakit penyerta sekaligus.
Gejala Delirium
Gejala biasanya muncul secara mendadak dan dapat berubah-ubah sepanjang hari.
Tanda dan gejala yang umum meliputi:
- Kebingungan mendadak.
- Sulit memusatkan perhatian.
- Mudah teralihkan.
- Tidak mengenali waktu, tempat, atau situasi.
- Perubahan tingkat kesadaran.
- Gangguan memori jangka pendek.
- Pola tidur yang terganggu.
- Bicara tidak teratur atau sulit dipahami.
- Perubahan suasana hati.
- Gelisah atau agresif.
- Mengantuk berlebihan.
- Halusinasi atau keyakinan yang tidak sesuai kenyataan.
Pada beberapa orang, terutama lansia, delirium dapat tampak hanya sebagai rasa kantuk berlebihan dan penurunan aktivitas sehingga mudah terlewatkan.
Diagnosis Delirium
Dokter akan menegakkan diagnosis berdasarkan:
Riwayat Medis
Dokter akan menanyakan perubahan perilaku, gejala yang muncul, riwayat penyakit, penggunaan obat, serta kemungkinan infeksi atau cedera baru.
Pemeriksaan Fisik dan Neurologis
Dilakukan untuk mencari penyebab yang mendasari serta menilai fungsi sistem saraf.
Penilaian Status Mental
Dokter akan mengevaluasi perhatian, kesadaran, orientasi, dan kemampuan berpikir.
Pemeriksaan Penunjang
Bila diperlukan, dokter dapat melakukan:
- Tes darah.
- Tes urine.
- Pemeriksaan kadar elektrolit.
- Pemeriksaan pencitraan otak seperti CT scan atau MRI.
- Pemeriksaan lain sesuai dugaan penyebab.
Pengobatan Delirium
Prinsip utama pengobatan adalah menemukan dan mengatasi penyebab yang mendasarinya.
Penanganan dapat meliputi:
Mengatasi Penyebab Dasar
Contohnya:
- Mengobati infeksi.
- Mengoreksi dehidrasi.
- Menyeimbangkan gangguan elektrolit.
- Menyesuaikan atau menghentikan obat tertentu atas petunjuk dokter.
- Mengatasi gangguan metabolik atau penyakit lain yang menjadi pemicu.
Perawatan Suportif
Meliputi:
- Memastikan asupan cairan dan nutrisi cukup.
- Mengendalikan nyeri.
- Membantu mobilisasi sesuai kondisi.
- Menjaga lingkungan yang tenang dan terang.
- Menyediakan jam, kalender, atau benda yang membantu orientasi.
- Memastikan penggunaan kacamata atau alat bantu dengar bila diperlukan.
Obat tertentu kadang digunakan untuk mengendalikan agitasi berat, tetapi penggunaannya harus berdasarkan pertimbangan dokter.
Komplikasi
Apabila tidak ditangani dengan baik, delirium dapat menyebabkan:
- Penurunan fungsi fisik.
- Pemulihan yang lebih lambat setelah sakit atau operasi.
- Kebutuhan perawatan jangka panjang.
- Penurunan fungsi kognitif pada sebagian pasien.
- Penurunan kualitas hidup.
- Peningkatan risiko kematian pada pasien dengan penyakit berat.
Pencegahan
Tidak semua kasus delirium dapat dicegah. Namun, beberapa langkah dapat membantu menurunkan risiko:
- Menjaga hidrasi yang cukup.
- Mengobati penyakit dan infeksi sedini mungkin.
- Menjaga kualitas tidur.
- Menggunakan obat sesuai anjuran tenaga kesehatan.
- Menjaga orientasi waktu dan lingkungan pada pasien yang dirawat.
- Memastikan penggunaan alat bantu penglihatan atau pendengaran bila dibutuhkan.
- Mendorong aktivitas fisik sesuai kemampuan.
Prognosis
Prognosis delirium sangat bergantung pada penyebab dan kondisi kesehatan pasien sebelum delirium terjadi.
Banyak pasien mengalami perbaikan setelah penyebabnya ditangani. Namun, pemulihan dapat berlangsung beberapa hari, minggu, atau bahkan lebih lama. Sebagian pasien, terutama yang memiliki penyakit serius atau demensia, mungkin tidak kembali sepenuhnya ke kondisi fungsi kognitif sebelumnya.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis apabila seseorang mengalami:
- Kebingungan yang muncul mendadak.
- Perubahan perilaku yang tiba-tiba.
- Sulit dibangunkan atau sangat mengantuk.
- Halusinasi baru.
- Tidak mengenali orang atau lingkungan sekitar.
- Penurunan kesadaran.
- Gejala neurologis seperti kelemahan mendadak, bicara pelo, atau kejang.
Delirium sering kali merupakan tanda adanya masalah medis serius yang memerlukan evaluasi segera.
Poin Penting yang Perlu Diingat
- Delirium adalah gangguan kesadaran dan perhatian yang muncul secara mendadak.
- Kondisi ini berbeda dari demensia yang berkembang perlahan.
- Penyebabnya beragam, mulai dari infeksi hingga efek obat atau penyakit serius.
- Delirium merupakan keadaan medis yang memerlukan penilaian segera.
- Penanganan utama adalah mengatasi penyebab yang mendasarinya.
- Banyak kasus dapat membaik setelah penyebab ditemukan dan ditangani.
FAQ
Apakah delirium sama dengan demensia?
Tidak. Delirium muncul mendadak dan gejalanya berfluktuasi, sedangkan demensia berkembang perlahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Apakah delirium bisa sembuh?
Banyak kasus delirium dapat membaik atau sembuh setelah penyebabnya ditangani. Namun, lama pemulihan berbeda pada setiap orang.
Apakah delirium sering terjadi pada lansia?
Ya. Lansia termasuk kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami delirium, terutama saat dirawat di rumah sakit atau mengalami penyakit serius.
Apakah delirium merupakan kondisi darurat?
Delirium harus dianggap sebagai kondisi yang memerlukan evaluasi medis segera karena dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang serius.
Berapa lama delirium berlangsung?
Durasinya bervariasi, mulai dari beberapa hari hingga beberapa minggu atau lebih lama, tergantung penyebab dan kondisi kesehatan pasien.
Referensi
- MedlinePlus. Delirium. National Library of Medicine.
- MedlinePlus Medical Encyclopedia. Delirium.
- Mayo Clinic. Delirium: Symptoms and Causes.
- Mayo Clinic. Delirium: Diagnosis and Treatment.
- MedlinePlus. Delirium (Medical Encyclopedia).






