Actabone adalah obat keras berbahan aktif clodronate disodium yang digunakan untuk menangani kadar kalsium darah yang terlalu tinggi akibat kanker (hiperkalsemia) dan kerusakan tulang yang disebabkan oleh penyebaran sel kanker. Obat ini hanya boleh digunakan atas resep dan pengawasan dokter.
Apa Itu Actabone?
Kalau seseorang yang sedang menjalani pengobatan kanker tiba-tiba mendapat resep Actabone, wajar jika muncul banyak pertanyaan. Obat ini memang tidak sembarangan, dan memahaminya bisa membantu pasien maupun keluarga menjalani terapi dengan lebih tenang.
Actabone tergolong obat keras dalam kelas terapi metabolisme tulang, dengan kandungan Clodronate Disodium 75 mg/mL dalam bentuk vial. Selain sediaan suntik, Actabone juga tersedia dalam bentuk tablet dan kapsul. Produk ini diproduksi oleh S.C Sindan Pharma/Actavis.
Clodronate termasuk dalam golongan obat bisfosfonat. Kalau bisfosfonat diibaratkan sebagai “penjaga” tulang, cara kerjanya adalah dengan menghalangi sel-sel yang bertugas merombak jaringan tulang (disebut osteoklas) agar tidak bekerja terlalu agresif. Clodronate bekerja dengan menghambat pengeroposan tulang dan pelepasan kalsium dari tulang akibat kanker, sehingga kadar kalsium darah turun sekaligus risiko patah tulang berkurang dan nyeri tulang pasien kanker mereda.
Nomor registrasi BPOM RI spesifik untuk Actabone belum ditemukan dari sumber resmi yang dapat diverifikasi pada pencarian ini. Untuk memverifikasi status izin edar produk, pembaca dapat mengecek langsung di cekbpom.pom.go.id menggunakan nama produk “Actabone”.
Kegunaan / Indikasi
Actabone bukan obat tulang biasa dan bukan suplemen kalsium. Obat ini ditujukan untuk kondisi medis serius yang berkaitan langsung dengan penyakit kanker.
Clodronate (nama generik Actabone) digunakan untuk menangani hiperkalsemia, kerusakan tulang, atau nyeri tulang yang berhubungan dengan penyebaran kanker (metastasis), dan hanya diperuntukkan bagi dewasa.
Secara lebih rinci, berdasarkan informasi dari Alodokter (2026), Actabone digunakan pada dua kondisi utama:
Hiperkalsemia akibat kanker. Ini adalah kondisi di mana kadar kalsium dalam darah melonjak terlalu tinggi karena sel kanker merusak tulang dan melepaskan kalsium ke aliran darah. Jika tidak ditangani, hiperkalsemia bisa menyebabkan gangguan jantung, ginjal, hingga kesadaran menurun.
Kerusakan atau nyeri tulang akibat metastasis kanker. Ketika kanker menyebar ke tulang (misalnya pada kanker payudara, kanker paru, atau myeloma multipel), tulang bisa rapuh, nyeri, atau bahkan patah. Actabone membantu memperlambat kerusakan tersebut.
Kandungan / Bahan Aktif
Kandungan aktif Actabone adalah Disodium clodronate. Untuk sediaan injeksi (vial), konsentrasinya adalah 75 mg/mL dalam kemasan box 1 vial @ 5 mL.
Clodronate termasuk dalam kelompok bisfosfonat generasi pertama. Berbeda dengan bisfosfonat generasi terbaru yang mengandung nitrogen, clodronate bekerja melalui jalur metabolik yang sedikit berbeda, namun tujuannya sama: memperlambat proses kerusakan tulang yang dipercepat oleh kondisi kanker.
Dosis dan Cara Penggunaan
Dosis Actabone sepenuhnya ditentukan oleh dokter, karena tergantung pada kondisi yang ditangani dan bentuk sediaan yang digunakan. Berikut gambaran umum berdasarkan data dari Alodokter (diperbarui Februari 2026):
Untuk hiperkalsemia akibat kanker (suntik/infus): Dosis lazim adalah 300 mg per hari melalui infus selama 2 jam hingga kadar kalsium kembali normal, dengan durasi pengobatan 7 hari. Dosis alternatif adalah 1.500 mg dalam satu kali infus selama setidaknya 4 jam.
Untuk hiperkalsemia, lanjutan dengan tablet/kapsul: Clodronate tablet diberikan sebagai terapi lanjutan setelah pengobatan suntik, dengan dosis 1.600–2.400 mg per hari dibagi dalam 1–2 pemberian. Dosis maksimal 3.200 mg per hari.
Untuk kerusakan tulang akibat metastasis kanker (tablet/kapsul): Dosis awal 1.600 mg per hari, dibagi dalam 1–2 kali pemberian, dan dapat ditingkatkan hingga maksimal 3.200 mg per hari.
Cara minum yang penting diperhatikan: Clodronate tablet atau kapsul perlu dikonsumsi dalam kondisi perut kosong, yaitu 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan. Konsumsi dalam posisi duduk atau berdiri tegak, dan jangan berbaring hingga minimal 1 jam setelah minum obat. Ini penting untuk mencegah iritasi pada saluran pencernaan.
Peringatan dan Kontraindikasi
Ada beberapa hal yang harus dikomunikasikan ke dokter sebelum memulai terapi dengan Actabone.
Pasien perlu memberitahu dokter jika memiliki masalah pencernaan seperti mual, muntah, nyeri perut, atau heartburn; jika memiliki penyakit ginjal atau tukak lambung; serta jika sedang menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal lain.
Untuk ibu hamil dan menyusui: Actabone masuk kategori C untuk kehamilan, artinya studi pada hewan menunjukkan efek samping terhadap janin. Obat ini tidak boleh digunakan oleh ibu hamil, wanita usia reproduktif yang tidak menggunakan kontrasepsi, maupun ibu menyusui karena clodronate dapat terserap ke dalam ASI.
Kontraindikasi: Penggunaan Actabone harus dihindari pada pasien dengan gastroenteritis (radang saluran cerna) dan gagal ginjal berat.
Selama terapi berlangsung, kadar kreatinin serum, kalsium serum, dan kadar fosfat perlu dipantau secara rutin oleh dokter sebelum dan selama pengobatan.
Efek Samping
Seperti semua obat keras, Actabone dapat menimbulkan efek samping. Tidak semua pasien akan mengalaminya, tapi penting untuk mengenalinya sejak awal.
Efek samping yang umum: Mual dan muntah, diare atau frekuensi buang air besar meningkat, iritasi mulut, dan urine yang tampak keruh.
Efek samping serius yang memerlukan penanganan segera: Segera ke dokter jika mengalami lemas yang tidak biasa, denyut jantung tidak beraturan, bengkak di wajah atau pergelangan tangan/kaki, kesulitan atau nyeri saat buang air kecil, kejang, kram di otot kaki atau tangan, sesak napas, atau ada luka/sakit di tenggorokan.
Clodronate diekskresikan melalui ginjal, sehingga efek samping berupa gangguan fungsi ginjal harus diwaspadai, terutama pada pasien dengan hiperkalsemia atau yang sudah memiliki masalah ginjal sebelumnya.
Interaksi Obat
Efektivitas clodronate dapat menurun jika dikonsumsi bersamaan atau berdekatan waktu dengan antasida atau suplemen zat besi. Makanya, jika sedang rutin minum obat maag atau suplemen, perlu dikomunikasikan ke dokter.
Risiko hipokalsemia (kalsium darah terlalu rendah) meningkat jika clodronate digunakan bersama kortikosteroid, fosfat, diuretik loop, calcitonin, atau antibiotik golongan aminoglikosida. Sementara penggunaan bersama obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), terutama diclofenac, dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal.
Tunggu setidaknya 2 jam setelah mengonsumsi clodronate sebelum mengonsumsi obat lain atau suplemen apa pun.
Kapan Harus ke Dokter?
Actabone adalah obat yang memerlukan pemantauan medis aktif, bukan sekadar diminum lalu dilupakan. Segera hubungi dokter atau pergi ke fasilitas kesehatan terdekat jika:
- Muncul efek samping serius seperti kejang, sesak napas, denyut jantung tidak teratur, atau bengkak mendadak
- Tanda-tanda reaksi alergi: ruam, gatal hebat, pembengkakan di wajah atau tenggorokan
- Kondisi yang diobati tidak membaik atau justru memburuk
- Ada keluhan baru yang tidak biasa selama masa terapi
- Terlewat beberapa dosis karena kondisi kesehatan yang berubah
Jangan hentikan pengobatan sendiri tanpa seizin dokter, karena penghentian tiba-tiba bisa memengaruhi efektivitas terapi secara keseluruhan.
FAQ
Apakah Actabone bisa dibeli bebas di apotek?
Tidak. Actabone tergolong obat keras yang hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Apotek tidak diperbolehkan menyerahkannya tanpa resep yang sah.
Apa bedanya Actabone suntik dan Actabone tablet?
Sediaan suntik (vial) umumnya diberikan di rumah sakit oleh tenaga medis untuk kondisi akut seperti hiperkalsemia berat. Tablet atau kapsul biasanya diberikan sebagai kelanjutan terapi setelah kondisi mulai stabil, untuk penggunaan jangka panjang di rumah.
Bolehkah Actabone diminum bersama suplemen kalsium atau vitamin D?
Sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan, karena suplemen mineral dapat mengganggu penyerapan clodronate. Diskusikan jadwal konsumsi dengan dokter agar tidak ada yang saling menghambat.
Berapa lama terapi dengan Actabone biasanya berlangsung?
Durasi terapi tergantung pada kondisi pasien dan respons terhadap pengobatan. Untuk hiperkalsemia akut, terapi suntik biasanya berlangsung sekitar 7 hari, lalu dilanjutkan dengan tablet. Untuk metastasis tulang, terapi bisa berjalan lebih lama sesuai penilaian dokter.
Apakah Actabone aman untuk pasien dengan penyakit ginjal?
Perlu kehati-hatian ekstra. Clodronate dikeluarkan melalui ginjal, sehingga pasien dengan gangguan ginjal sedang hingga berat memerlukan penyesuaian dosis atau bahkan tidak boleh menggunakannya sama sekali. Dokter akan menilai kondisi ginjal sebelum memulai terapi.
Apa yang harus dilakukan jika lupa minum satu dosis?
Segera minum begitu teringat. Tapi jika waktu dosis berikutnya sudah dekat, lewati saja dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis. Jangan mengubah jadwal minum sendiri tanpa konsultasi dokter.
Bagaimana cara menyimpan Actabone tablet yang benar?
Simpan di tempat bersuhu ruangan, kering, jauh dari sinar matahari langsung, dan pastikan tidak terjangkau oleh anak-anak.
Referensi
- Alodokter. “Clodronate.” Diakses dari: https://www.alodokter.com/clodronate. Diperbarui: Februari 2026.
- KlikDokter. “Actabone: Manfaat dan Efek Samping.” Diakses dari: https://www.klikdokter.com/obat/gangguan-tulang-otot-dan-sendi/actabone. Diakses: 2025.
- AI-Care/Clodronate Dinatrium. “Clodronate Dinatrium.” Diakses dari: https://ai-care.id/obat-keras/clodronate-dinatrium. Diakses: 2025. (Referensi mencantumkan MIMS Indonesia dan Mayo Clinic sebagai acuan.)
- Alodokter. “Bisfosfonat: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping.” Diakses dari: https://www.alodokter.com/bisfosfonat. Diperbarui: Februari 2026.
- HonestDocs. “Actabone 60mg Infus.” Diakses dari: https://www.honestdocs.id/actabone-injection. Diakses: 2025.
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi kesehatan umum. Artikel ini bukan pengganti diagnosis, saran, atau pengobatan medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan yang berkualifikasi, dan ikuti petunjuk penggunaan resmi yang tertera pada kemasan produk.





