Acpulsif

Redaksi DokteriaSelasa, 30 Juni 2026 | 08:18 WIB
Acpulsif untuk Gastroparesis dan Asam Lambung, Ini Faktanya
Acpulsif untuk Gastroparesis dan Asam Lambung, Ini Faktanya

Acpulsif adalah obat tablet yang mengandung cisapride. Obat ini digunakan untuk mengatasi gangguan gerakan saluran pencernaan, terutama gastroparesis, refluks esofagitis, dan GERD berat. Acpulsif termasuk obat keras yang hanya digunakan dengan resep dokter.

Apa Itu Acpulsif?

Acpulsif tergolong Obat Keras (golongan Merah) yang diproduksi oleh Dexa Medica, dengan nomor registrasi BPOM DKL9305011910A1. Obat ini berbentuk tablet dalam kemasan dus berisi 5 blister, masing-masing berisi 10 tablet.

Cisapride merupakan agen prokinetik yang bekerja dengan menstimulasi reseptor serotonin 5HT4 di saluran pencernaan. Stimulasi ini meningkatkan pelepasan asetilkolin, neurotransmitter yang mendorong kontraksi otot di sistem pencernaan. Dengan demikian, cisapride meningkatkan pergerakan makanan melalui lambung dan usus, mempercepat pengosongan lambung, dan menguatkan katup sfingter esofagus bawah, sehingga mengurangi refluks asam.

Catatan klinis: di Indonesia, cisapride juga beredar dengan merek dagang lain seperti Pridesia dan Guarposid. Bentuk sediaan yang memiliki izin edar di Indonesia adalah tablet dengan kekuatan 5 mg.

Kegunaan / Indikasi

Acpulsif digunakan untuk mengatasi gangguan motilitas saluran cerna, khususnya gastroparesis, dan refluks esofagitis (asam lambung naik ke kerongkongan). Pada anak-anak, indikasinya adalah gastroesophageal reflux yang berat, apabila terapi lain tidak berhasil.

Halodoc mencatat bahwa pembelian produk ini memerlukan telekonsultasi dengan dokter karena tergolong obat dengan pengawasan khusus.

Kandungan / Bahan Aktif

Acpulsif mengandung cisapride 5 mg sebagai zat aktif tunggal.

Dosis dan Cara Penggunaan

Dewasa: Dosis awal 5 mg, 3–4 kali sehari, dengan dosis maksimal 40 mg per hari.

Anak-anak: Dosis awal 0,2 mg/kgBB per hari, dapat ditingkatkan hingga maksimal 0,8 mg/kgBB per hari, dengan dosis tidak melebihi 20 mg per hari.

Cara konsumsi: Acpulsif idealnya dikonsumsi 15 menit sebelum makan, pada waktu yang sama setiap hari agar efeknya maksimal. Tablet ditelan dengan segelas air putih, tanpa dihancurkan atau dikunyah.

Jika lupa minum obat, segera konsumsi bila jeda waktu dengan dosis berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah terlalu dekat, dosis yang terlewat diabaikan tanpa menggandakan dosis selanjutnya.

Peringatan dan Kontraindikasi

Catatan klinis penting: cisapride memiliki profil keamanan kardiovaskular yang ketat. Acpulsif dikontraindikasikan pada pasien dengan hipersensitivitas terhadap cisapride, pasien yang mendapat obat penghambat CYP3A4 seperti golongan azole (itraconazole, fluconazole, ketoconazole), ritonavir, lopinavir, erythromycin, dan azithromycin.

Obat ini juga dikontraindikasikan pada pasien yang mendapat obat berisiko aritmia seperti quinidine dan amiodarone, pasien dengan faktor predisposisi aritmia seperti hipokalemia atau riwayat gangguan jantung dan gagal jantung dekompensata, serta pasien dengan risiko gangguan elektrolit signifikan seperti diare atau muntah persisten.

Acpulsif juga dikontraindikasikan pada neonatus prematur dengan usia kehamilan ≤3 bulan, pasien dengan riwayat detak jantung tidak teratur, EKG abnormal, penyakit jantung, penyakit paru, dehidrasi, atau muntah terus-menerus, serta pada ibu hamil.

Ibu hamil: Kategori C — studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Ibu menyusui: Kandungan cisapride dapat terserap ke dalam ASI, sehingga penggunaan tanpa konsultasi dokter tidak disarankan.

Interaksi makanan: Konsumsi jeruk grapefruit atau jus grapefruit bersamaan dengan Acpulsif dapat meningkatkan jumlah cisapride di tubuh dan memicu efek samping berbahaya. Alkohol juga sebaiknya dihindari karena dapat memperparah efek samping.

Efek Samping

Umum: lelah, nyeri dada, nyeri punggung, pusing, mual, faringitis, diare, ruam, kram perut.

Jarang/spesifik: depresi, pruritus, urtikaria, mialgia, borborigmi.

Serius: angioedema dan bronkospasme. Catatan klinis tambahan: pingsan, detak jantung cepat atau tidak teratur merupakan tanda yang mengharuskan penghentian obat dan pemeriksaan dokter segera.

Interaksi Obat

Peningkatan konsentrasi plasma cisapride dapat terjadi bila digunakan bersama antijamur azole, antibiotik makrolida, obat antiretroviral golongan PI HIV, dan nefazodone. Risiko aritmia dan perpanjangan interval QT meningkat bila dikombinasikan dengan obat antiaritmia, antidepresan trisiklik dan tetrasiklik, antipsikotik, astemizol, dan sparfloxacin. Penggunaan bersama antikoagulan dapat memperpanjang waktu koagulasi, sedangkan ranitidine dan cimetidine dapat meningkatkan absorpsi cisapride.

Kapan Harus ke Dokter

Segera periksakan diri ke dokter bila gejala asam lambung atau gangguan pencernaan tidak membaik setelah pengobatan. Hentikan obat dan cari pertolongan medis segera bila muncul reaksi alergi seperti ruam parah, bengkak di wajah, atau sesak napas. Periksa ke dokter bila muncul detak jantung tidak teratur, jantung berdebar cepat, atau pingsan saat mengonsumsi Acpulsif. Informasikan riwayat penggunaan Acpulsif kepada dokter sebelum menjalani operasi atau tindakan medis lainnya.

FAQ

Apakah Acpulsif bisa dibeli tanpa resep dokter?

Tidak. Acpulsif tergolong obat keras yang hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.

Berapa dosis maksimal Acpulsif per hari untuk dewasa?

Dosis maksimal untuk dewasa adalah 40 mg per hari.

Bolehkah Acpulsif digunakan saat hamil?

Acpulsif termasuk kategori kehamilan C dan dikontraindikasikan pada kehamilan menurut data klinis yang tersedia. Konsultasikan kondisi ini dengan dokter.

Apa yang terjadi jika Acpulsif diminum bersama jus grapefruit?

Jus grapefruit dapat meningkatkan jumlah cisapride dalam tubuh sehingga berisiko menimbulkan efek samping berbahaya.

Bagaimana cara minum Acpulsif yang benar?

Acpulsif sebaiknya dikonsumsi 15 menit sebelum makan, pada waktu yang sama setiap hari.

Apakah Acpulsif aman untuk penderita gangguan jantung?

Tidak. Acpulsif dikontraindikasikan pada pasien dengan riwayat aritmia, gangguan irama jantung, atau gagal jantung dekompensata.

Referensi

  1. Alodokter. “Acpulsif 5 mg 10 Tablet”. Diakses dari: https://www.alodokter.com/aloshop/products/acpulsif-5-mg-10-tablet/62a18739f15ee840f565e834. Diakses pada: 2026.
  2. Halodoc. “Acpulsif 5 mg 10 Tablet: Obat untuk percepat pengosongan lambung maag”. Diakses dari: https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/acpulsif-5-mg-10-tablet. Diakses pada: 2026.
  3. Apotek EFPE. “ACPULSIF 5 MG TABLET”. Diakses dari: https://apotekefpe.com/produk/acpulsif-5-mg-tablet/231965. Diakses pada: 2026.
  4. KlikDokter. “Acpulsif – Manfaat dan Efek Samping”. Diakses dari: https://www.klikdokter.com/obat/obat-gangguan-pencernaan/acpulsif. Diakses pada: 2021.
  5. Alomedika. “Cisapride – indikasi, dosis, interaksi dan efek samping”. Diakses dari: https://www.alomedika.com/obat/obat-untuk-saluran-cerna/antasida-dan-antiulkus/cisapride. Diakses pada: 2024.
  6. VIVA Apotek. “Acpulsif: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping”. Diakses dari: https://vivaapotek.co.id/kamus-obat-dan-medis/acpulsif/. Diakses pada: 2025.

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi kesehatan umum. Artikel ini bukan pengganti diagnosis, saran, atau pengobatan medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan yang berkualifikasi, dan ikuti petunjuk penggunaan resmi yang tertera pada kemasan produk.