Acran Ranitidine

Redaksi DokteriaJumat, 3 Juli 2026 | 07:25 WIB
Acran: Obat Ranitidine untuk Asam Lambung dan Maag

Acran adalah merek obat generik yang mengandung Ranitidine HCl, bekerja sebagai antagonis reseptor histamin H2 (H2-blocker) yang menghambat produksi asam lambung berlebih. Obat ini digunakan untuk mengatasi tukak lambung, GERD, dan kondisi terkait saluran cerna. Acran tergolong obat keras dan hanya boleh digunakan berdasarkan resep dokter.

Apa Itu Acran?

Acran adalah salah satu merek dagang yang diproduksi oleh PT Sanbe Farma, dengan kandungan aktif ranitidine. Menurut MIMS Indonesia, Acran termasuk dalam kelas antagonis reseptor H2 (kode ATC A02BA02) yang digunakan untuk tukak peptik dan penyakit refluks gastroesofageal (GERD).

Acran tersedia dalam tiga bentuk sediaan: tablet (150 mg), kaplet (300 mg), dan injeksi (Ranitidine HCl 25 mg/mL). Ketiganya digolongkan sebagai obat keras.

Mekanisme kerja ranitidine adalah menghambat secara kompetitif dan reversibel reseptor histamin pada sel parietal mukosa lambung, sehingga efektif menekan sekresi asam lambung. Setelah dikonsumsi secara oral, ranitidine diserap sekitar 50%, dengan kadar puncak dalam darah dicapai dalam 2–3 jam dan waktu paruh eliminasi 2,5–3 jam.

Catatan penting terkait keamanan: Pada 2019, BPOM sempat menarik peredaran ranitidine karena ditemukan kandungan N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang berpotensi karsinogenik pada sebagian produk. Setelah pengujian dan pengendalian batas cemaran oleh produsen farmasi, BPOM mengizinkan kembali peredaran produk yang memenuhi ambang batas keamanan. Status terkini produk Acran dapat diverifikasi melalui situs resmi BPOM di cekbpom.pom.go.id.

Nomor registrasi BPOM spesifik untuk Acran belum dapat diverifikasi dari sumber resmi yang tersedia secara publik saat penulisan artikel ini.

Kegunaan / Indikasi

Berdasarkan informasi dari MIMS Indonesia dan KlikDokter (dengan referensi Medscape dan MIMS), Acran digunakan untuk mengatasi kondisi berikut: tukak lambung, tukak duodenum, tukak akibat penggunaan obat antiinflamasi non-steroid (OAINS), hiperasiditas, refluks esofagitis, dan infeksi yang disebabkan oleh bakteri H. pylori.

Acran juga digunakan pada penderita sindrom Zollinger-Ellison, yaitu tumor di pankreas atau bagian atas usus halus yang memicu produksi asam lambung berlebih. Selain itu, ranitidine dapat digunakan untuk mengobati perdarahan saluran cerna bagian atas dan kerusakan lambung akibat penggunaan OAINS.

Kandungan / Bahan Aktif

Acran mengandung bahan aktif ranitidine hidroklorida (Ranitidine HCl) dalam konsentrasi berbeda sesuai bentuk sediaannya: tablet 150 mg, kaplet 300 mg, dan injeksi 25 mg/mL.

Ranitidine HCl bekerja dengan cara memblokir reseptor H2 di sel parietal lambung, sehingga mengurangi jumlah asam yang diproduksi.

Dosis dan Cara Penggunaan

Dosis berikut mengacu pada informasi dari KlikDokter (referensi: MIMS Indonesia dan Medscape). Dosis aktual harus ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi masing-masing pasien.

Tukak lambung dan tukak duodenum (oral):

  • Dewasa: 150 mg dua kali sehari (pagi dan malam), atau 300 mg sekali sebelum tidur, selama 4 minggu.
  • Anak usia di atas 2 tahun: 2–4 mg/kg berat badan, dua kali sehari, dengan dosis maksimal 300 mg per hari dan durasi pengobatan 4–8 minggu.

Dispepsia (oral):

  • Dewasa: 150 mg dua kali sehari hingga 6 minggu. Untuk pengobatan jangka pendek, diberikan 75 mg empat kali sehari selama 2 minggu.

GERD/Esofagitis (oral):

  • Dewasa: 150 mg empat kali sehari selama 12 minggu, atau dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan 150 mg dua kali sehari.

Bentuk injeksi:

  • Khusus Acran injeksi, dosis ditentukan oleh dokter sesuai kondisi dan keparahan. Pemberiannya melalui suntik intravena, intramuskular, atau infus, dan hanya boleh diberikan oleh dokter atau tenaga medis.

Cara pemakaian:

  • Acran dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, bersama makanan, maupun sebelum tidur.
  • Jangan mengurangi atau menambah dosis yang sudah ditentukan. Jika satu dosis terlewat dan sudah dekat dengan jadwal berikutnya, lewati saja dosis yang terlupa — jangan menggandakan dosis.

Peringatan dan Kontraindikasi

Acran tidak direkomendasikan bagi orang yang pernah mengalami porfiria akut.

Kondisi yang perlu dilaporkan ke dokter sebelum menggunakan Acran meliputi: porfiria, fenilketonuria, diabetes, gangguan sistem imun, gangguan ginjal, gangguan hati, penyakit lain pada lambung, gangguan pernapasan, dan asma.

  • Kehamilan: Ranitidine masuk kategori B untuk ibu hamil menurut FDA. Penelitian pada hewan tidak menunjukkan risiko pada janin, namun belum ada data yang memadai pada wanita hamil. Penggunaan saat hamil sebaiknya atas persetujuan dokter.
  • Menyusui: Ranitidine dapat terserap ke dalam ASI. Penggunaan pada ibu menyusui sebaiknya atas persetujuan dokter.
  • Alkohol: Konsumsi alkohol selama pengobatan dengan Acran harus dihindari karena dapat memperparah luka pada lambung atau usus.

Efek Samping

Berdasarkan informasi dari KlikDokter (referensi: MIMS Indonesia dan Medscape):

  • Efek samping yang umum dilaporkan: Sakit kepala, pusing, insomnia, sembelit, mual, dan muntah.
  • Efek samping yang lebih jarang: Ruam kulit, nyeri sendi dan otot, gelisah, rambut rontok, dan penurunan libido.
  • Efek samping serius (segera hubungi dokter): Halusinasi. Gejala overdosis meliputi kelainan gaya berjalan dan hipotensi (tekanan darah rendah).

Konsultasikan dengan dokter jika efek samping tidak menghilang atau semakin parah.

Interaksi Obat

Obat-obat berikut berpotensi berinteraksi dengan ranitidine bila digunakan bersamaan: obat antijamur (seperti ketoconazole), obat pengencer darah (seperti warfarin), obat penyakit jantung (seperti prokainamid), obat untuk infeksi HIV (delavirdine, atazanavir), obat untuk gangguan tidur (seperti triazolam dan midazolam), obat untuk kanker (misalnya gefitinib), dan glipizide.

Selain itu, Acran tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat lain yang mengandung ranitidine atau golongan H2-blocker lain seperti cimetidine, famotidine, atau nizatidine.

Informasikan kepada dokter semua obat, suplemen, atau herbal yang sedang dikonsumsi sebelum memulai pengobatan dengan Acran.

Kapan Harus ke Dokter

Segera konsultasikan ke dokter atau tenaga kesehatan jika:

  • Gejala tidak membaik setelah penggunaan sesuai anjuran
  • Muncul reaksi alergi seperti ruam, pembengkakan wajah, atau kesulitan bernapas
  • Gejala memburuk selama pengobatan
  • Terjadi efek samping serius seperti halusinasi, kelainan gaya berjalan, atau tekanan darah turun drastis
  • Memiliki kondisi khusus (hamil, menyusui, gangguan ginjal atau hati, lansia) sebelum memulai pengobatan
  • Ingin menghentikan pengobatan sebelum masa terapi selesai

FAQ

Apakah Acran bisa dibeli tanpa resep dokter?

Tidak. Acran tergolong obat keras yang harus dikonsumsi berdasarkan resep dokter. Penggunaan tanpa pengawasan medis tidak disarankan.

Berapa lama biasanya pengobatan dengan Acran berlangsung?

Durasi bergantung pada kondisi yang ditangani. Untuk tukak lambung ringan, umumnya 4 minggu. Untuk GERD, bisa hingga 12 minggu dengan dosis pemeliharaan setelahnya. Dokter akan menentukan durasi yang tepat.

Bolehkah Acran diminum saat perut kosong?

Acran dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, bersama makanan, maupun sebelum tidur, sesuai anjuran dokter.

Apakah Acran aman untuk anak-anak?

Acran dapat diberikan kepada anak usia di atas 2 tahun dengan dosis yang disesuaikan berdasarkan berat badan, namun harus berdasarkan resep dan pengawasan dokter.

Apa perbedaan Acran tablet 150 mg dan kaplet 300 mg?

Keduanya mengandung ranitidine dengan kekuatan dosis berbeda. Tablet 150 mg umumnya digunakan dua kali sehari, sedangkan kaplet 300 mg dapat diberikan satu kali sebelum tidur tergantung kondisi dan instruksi dokter.

Bolehkah Acran dikonsumsi bersamaan dengan antasida?

Antasida dapat mempengaruhi penyerapan obat. Informasikan kepada dokter atau apoteker semua obat yang sedang dikonsumsi agar tidak terjadi interaksi yang tidak diinginkan.

Bagaimana cara menyimpan Acran dengan benar?

Acran disimpan pada suhu ruangan, di tempat yang kering dan terhindar dari paparan cahaya langsung. Perhatikan tanggal kedaluwarsa pada kemasan.

Apakah Acran aman bagi penderita gagal ginjal?

Ranitidine dibuang dari tubuh terutama melalui ekskresi ginjal. Penderita gangguan ginjal perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Acran karena mungkin diperlukan penyesuaian dosis.

Referensi

  1. KlikDokter. “Acran — Manfaat, Dosis, dan Efek Samping.” Ditinjau oleh apt. Annas Reza, S.Farm. Diakses dari: https://www.klikdokter.com/obat/obat-gangguan-pencernaan/acran. Diakses pada: 2023.
  2. MIMS Indonesia. “Acran Dosage & Drug Information.” Diakses dari: https://www.mims.com/indonesia/drug/info/acran. Diakses pada: 2024.
  3. Kalbemed/KemenKes RI. “6 Hal yang Perlu Anda Ketahui Terkait Ranitidine.” Diakses dari: https://kalbemed.com/article/6-hal-yang-perlu-anda-ketahui-terkait-ranitidine-1. Diakses pada: 2025.
  4. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM). “Penjelasan BPOM RI tentang Penarikan Produk Ranitidin yang Terkontaminasi NDMA.” Diakses dari: https://www.pom.go.id/penjelasan-publik/penjelasan-bpom-ri-tentang-penarikan-produk-ranitidin-yang-terkontaminasi-n-nitrosodimethylamine-ndma. Diakses pada: 2019.
  5. Halodoc. “Acran: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping (Ranitidine).” Diakses dari: https://www.halodoc.com/artikel/acran-manfaat-dosis-dan-efek-samping-ranitidine. Diakses pada: 2026.

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi kesehatan umum. Artikel ini bukan pengganti diagnosis, saran, atau pengobatan medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan yang berkualifikasi, dan ikuti petunjuk penggunaan resmi yang tertera pada kemasan produk.