Dokteria.com - Cedera pada area wajah sering kali terjadi tanpa kita duga. Mulai dari benturan saat berolahraga, kecelakaan tidak sengaja di rumah, hingga terjatuh saat beraktivitas. Salah satu bagian yang paling rentan adalah hidung karena posisinya yang menonjol di tengah wajah. Kita sering kali bingung menentukan apakah cedera tersebut hanya memar biasa atau merupakan kondisi patah tulang yang serius.
Memahami gejala sejak dini sangat penting agar kita bisa memberikan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi jangka panjang, seperti gangguan pernapasan atau perubahan bentuk wajah yang permanen.
Kenali Tanda Tulang Hidung Patah yang Harus Diwaspadai
Patah tulang hidung atau fraktur nasal biasanya menunjukkan gejala yang cukup khas. Kamu perlu memperhatikan perubahan yang terjadi segera setelah benturan. Berikut adalah beberapa tanda yang paling umum ditemukan:
- Nyeri Hebat dan Sensitif saat Disentuh: Rasa sakit yang tajam pada area batang hidung adalah indikator utama.
- Perubahan Bentuk atau Bengkok: Hidung tampak tidak simetris atau miring ke salah satu sisi.
- Pembengkakan yang Cepat: Area hidung dan sekitarnya biasanya langsung membengkak dalam waktu singkat.
- Pendarahan Hidung (Mimisan): Hampir semua kasus patah tulang hidung disertai dengan keluarnya darah yang cukup banyak.
- Lebam di Sekitar Mata: Sering disebut dengan istilah mata panda, di mana area bawah mata membiru akibat rembesan darah dari hidung.
- Kesulitan Bernapas: Kamu mungkin merasa ada yang menyumbat salah satu atau kedua lubang hidung.
- Suara Berderit: Terdengar atau terasa adanya gesekan tulang saat kamu menyentuh hidung secara perlahan.
Langkah Perawatan Mandiri di Rumah untuk Penanganan Awal
Jika kamu atau orang terdekat mengalami tanda-tanda di atas, jangan panik. Ada beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa kita lakukan di rumah untuk meredakan nyeri dan meminimalisir pembengkakan sebelum mendapatkan bantuan medis profesional.
1. Hentikan Pendarahan dengan Benar
Posisi tubuh sangat menentukan. Tetaplah duduk tegak dan condongkan tubuh sedikit ke depan agar darah tidak masuk ke tenggorokan. Hindari berbaring agar darah tidak menyumbat jalan napas. Jepit bagian lunak hidung dengan lembut menggunakan jari selama 5 hingga 10 menit.
2. Gunakan Kompres Dingin
Kompres dingin sangat efektif untuk menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi bengkak. Bungkus es batu dengan kain bersih, lalu tempelkan pada area hidung selama 10 sampai 15 menit. Lakukan ini sesering mungkin dalam 24 jam pertama setelah kejadian.
3. Kelola Rasa Nyeri
Kamu bisa mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotek, seperti parasetamol. Pastikan kamu mengikuti petunjuk dosis yang tertera pada kemasan agar aman bagi tubuh.
4. Jaga Posisi Kepala Saat Tidur
Saat beristirahat, gunakan tumpukan bantal ekstra agar posisi kepala lebih tinggi dari jantung. Hal ini sangat membantu untuk mengurangi pembengkakan yang biasanya memuncak pada pagi hari.
5. Hindari Menyentuh atau Memperbaiki Posisi Hidung
Ini adalah poin yang sangat krusial. Jangan pernah mencoba mengembalikan posisi hidung yang bengkok secara mandiri. Tindakan ceroboh ini justru berisiko memperparah kerusakan jaringan dan syaraf di area wajah.
Kapan Kamu Harus Segera Menemui Dokter?
Meskipun perawatan rumah bisa membantu, kita tetap harus waspada terhadap kondisi darurat. Segera hubungi tenaga medis jika kamu mengalami pendarahan yang tidak kunjung berhenti setelah 20 menit, adanya cairan bening yang keluar terus-menerus dari hidung, atau rasa sakit kepala yang sangat hebat disertai muntah.
Dalam banyak kasus, dokter mungkin perlu melakukan tindakan medis tertentu untuk memastikan posisi tulang kembali selaras setelah bengkak mulai mereda. Oleh karena itu, observasi mandiri di rumah harus tetap dilakukan dengan penuh kehati-hatian.






