Akromegali adalah gangguan hormonal yang terjadi ketika tubuh menghasilkan terlalu banyak hormon pertumbuhan (growth hormone/GH) setelah masa pertumbuhan selesai. Kondisi ini menyebabkan pembesaran tangan, kaki, dan bagian wajah secara bertahap. Karena gejalanya berkembang perlahan selama bertahun-tahun, akromegali sering terlambat terdiagnosis.
Sebagian besar kasus akromegali disebabkan oleh tumor jinak pada kelenjar pituitari (hipofisis), yaitu kelenjar kecil di dasar otak yang mengatur berbagai hormon tubuh. Akromegali umumnya dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat, tetapi sering memerlukan pemantauan dan penanganan jangka panjang untuk mencegah komplikasi serius.
Ringkasan Penyakit
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Nama penyakit | Akromegali |
| Sistem tubuh | Endokrin (hormonal) |
| Penyebab utama | Kelebihan hormon pertumbuhan (GH) |
| Penyebab tersering | Tumor jinak kelenjar pituitari |
| Gejala khas | Pembesaran tangan, kaki, wajah |
| Diagnosis | Pemeriksaan hormon dan pencitraan MRI |
| Pengobatan | Operasi, obat-obatan, radioterapi pada kasus tertentu |
| Prognosis | Umumnya membaik bila didiagnosis dan diobati lebih awal |
Pengertian Akromegali
Akromegali adalah kondisi yang terjadi akibat produksi hormon pertumbuhan berlebihan pada orang dewasa. Hormon pertumbuhan yang berlebih menyebabkan peningkatan kadar insulin-like growth factor 1 (IGF-1), yaitu hormon yang memediasi sebagian besar efek pertumbuhan pada jaringan tubuh.
Karena tulang panjang telah berhenti tumbuh setelah masa pubertas, kelebihan hormon pertumbuhan pada orang dewasa tidak menyebabkan tubuh bertambah tinggi. Sebaliknya, terjadi penebalan tulang dan pembesaran jaringan lunak, terutama pada tangan, kaki, rahang, hidung, dan lidah.
Kondisi serupa yang terjadi pada anak-anak sebelum lempeng pertumbuhan tulang menutup disebut gigantisme.
Penyebab Akromegali
Penyebab paling umum akromegali adalah adenoma hipofisis, yaitu tumor jinak yang tumbuh pada kelenjar pituitari.
Tumor ini dapat:
- Menghasilkan hormon pertumbuhan dalam jumlah berlebihan.
- Menekan jaringan di sekitarnya sehingga menimbulkan gejala tambahan seperti sakit kepala dan gangguan penglihatan.
Dalam kasus yang lebih jarang, akromegali dapat disebabkan oleh:
- Tumor di organ lain yang menghasilkan hormon pemicu pertumbuhan.
- Kelainan genetik tertentu yang meningkatkan risiko tumor endokrin.
Namun, sebagian besar penderita tidak memiliki riwayat keluarga penyakit ini.
Faktor Risiko
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya akromegali meliputi:
- Adanya adenoma hipofisis.
- Riwayat sindrom genetik tertentu yang memengaruhi sistem endokrin.
- Riwayat keluarga dengan gangguan tumor endokrin tertentu.
Sebagian besar kasus muncul secara sporadis, artinya tidak diwariskan dari orang tua.
Gejala Akromegali
Gejala berkembang perlahan sehingga sering tidak disadari selama bertahun-tahun.
Gejala yang umum meliputi:
- Ukuran tangan dan kaki bertambah besar.
- Cincin, sepatu, atau sarung tangan menjadi sempit.
- Wajah tampak berubah secara bertahap.
- Rahang bawah menonjol.
- Jarak antar gigi melebar.
- Hidung membesar.
- Bibir menebal.
- Lidah membesar.
- Kulit menebal dan berminyak.
- Keringat berlebihan.
- Suara menjadi lebih berat atau dalam.
- Mudah lelah.
- Nyeri sendi.
- Kesemutan atau mati rasa pada tangan.
Selain itu, penderita dapat mengalami:
- Sakit kepala.
- Gangguan penglihatan.
- Gangguan tidur, termasuk sleep apnea.
- Penurunan gairah seksual.
- Gangguan menstruasi pada wanita.
- Disfungsi ereksi pada pria.
Diagnosis Akromegali
Diagnosis akromegali memerlukan kombinasi wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Pemeriksaan Laboratorium
Dokter biasanya memeriksa:
- Kadar IGF-1 dalam darah.
- Kadar hormon pertumbuhan.
Salah satu pemeriksaan penting adalah tes supresi glukosa oral. Pada orang sehat, kadar hormon pertumbuhan akan menurun setelah mengonsumsi glukosa. Pada penderita akromegali, penurunan tersebut biasanya tidak terjadi sebagaimana mestinya.
Pemeriksaan Pencitraan
Jika dicurigai terdapat tumor pituitari, dokter dapat merekomendasikan:
- MRI otak, terutama area hipofisis.
- CT scan bila MRI tidak memungkinkan.
Pemeriksaan ini membantu menentukan ukuran dan lokasi tumor.
Pengobatan Akromegali
Tujuan pengobatan adalah:
- Menurunkan kadar hormon pertumbuhan dan IGF-1.
- Mengurangi ukuran tumor bila ada.
- Meredakan gejala.
- Mencegah komplikasi jangka panjang.
Operasi
Operasi untuk mengangkat tumor pituitari sering menjadi pilihan utama apabila tumor dapat diakses dengan aman.
Keberhasilan operasi bergantung pada:
- Ukuran tumor.
- Lokasi tumor.
- Kadar hormon sebelum tindakan.
Obat-obatan
Jika operasi tidak memungkinkan atau belum sepenuhnya berhasil, dokter dapat memberikan obat tertentu untuk mengendalikan produksi hormon pertumbuhan atau menghambat efeknya.
Jenis obat yang digunakan ditentukan berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
Radioterapi
Radioterapi dapat dipertimbangkan pada kasus tertentu, terutama bila tumor masih tersisa setelah operasi atau kadar hormon belum terkendali dengan terapi lain.
Komplikasi Akromegali
Tanpa penanganan yang memadai, akromegali dapat menyebabkan berbagai komplikasi, antara lain:
- Tekanan darah tinggi.
- Diabetes melitus.
- Penyakit jantung.
- Pembesaran jantung.
- Gangguan irama jantung.
- Sleep apnea.
- Radang sendi (osteoartritis).
- Sindrom lorong karpal (carpal tunnel syndrome).
- Gangguan penglihatan akibat tekanan tumor.
- Polip usus besar.
Risiko komplikasi umumnya menurun ketika kadar hormon berhasil dikendalikan.
Pencegahan
Belum ada cara yang diketahui untuk mencegah sebagian besar kasus akromegali karena penyebab utamanya adalah tumor pituitari yang umumnya muncul secara spontan.
Meski demikian, deteksi dan pengobatan dini dapat membantu:
- Mengurangi kerusakan organ.
- Menurunkan risiko komplikasi.
- Memperbaiki kualitas hidup penderita.
Prognosis
Prognosis akromegali sangat dipengaruhi oleh:
- Seberapa cepat penyakit didiagnosis.
- Keberhasilan pengendalian kadar hormon.
- Ada atau tidaknya komplikasi.
Banyak penderita dapat mengalami perbaikan gejala dan penurunan risiko komplikasi setelah mendapatkan terapi yang sesuai. Namun, beberapa perubahan fisik pada tulang mungkin tidak sepenuhnya kembali seperti semula.
Karena risiko kekambuhan atau gangguan hormonal lain dapat terjadi, pemantauan jangka panjang oleh dokter spesialis endokrin sering diperlukan.
Kapan Harus ke Dokter
Segera konsultasikan ke dokter apabila mengalami:
- Tangan atau kaki yang semakin membesar tanpa sebab jelas.
- Perubahan bentuk wajah secara bertahap.
- Rahang yang tampak semakin menonjol.
- Sakit kepala yang menetap.
- Gangguan penglihatan.
- Keringat berlebihan disertai perubahan fisik.
- Dengkuran berat atau gangguan tidur yang memburuk.
Pemeriksaan dini dapat membantu menemukan penyebab gejala dan memulai terapi sebelum terjadi komplikasi yang lebih serius.
Poin Penting yang Perlu Diingat
- Akromegali terjadi akibat kelebihan hormon pertumbuhan pada orang dewasa.
- Penyebab tersering adalah tumor jinak pada kelenjar pituitari.
- Gejala berkembang perlahan dan sering tidak disadari selama bertahun-tahun.
- Pembesaran tangan, kaki, dan perubahan wajah merupakan tanda khas.
- Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan hormon dan MRI.
- Pengobatan dapat berupa operasi, obat-obatan, atau radioterapi.
- Penanganan dini membantu mengurangi risiko komplikasi serius.
FAQ
Apakah akromegali bisa sembuh?
Pada sebagian pasien, kadar hormon dapat kembali normal setelah terapi yang berhasil. Namun, beberapa orang tetap memerlukan pemantauan atau pengobatan jangka panjang.
Apakah akromegali termasuk kanker?
Tidak. Penyebab tersering akromegali adalah adenoma hipofisis yang umumnya merupakan tumor jinak, bukan kanker.
Apakah akromegali menyebabkan tubuh bertambah tinggi?
Pada orang dewasa, akromegali biasanya tidak menyebabkan pertambahan tinggi badan karena pertumbuhan tulang panjang telah berhenti. Kondisi ini lebih sering menyebabkan pembesaran tangan, kaki, dan wajah.
Apakah perubahan wajah akibat akromegali terjadi mendadak?
Tidak. Perubahan biasanya berlangsung perlahan selama bertahun-tahun sehingga sering tidak langsung disadari oleh penderita maupun keluarga.
Dokter apa yang menangani akromegali?
Akromegali umumnya ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes atau dokter spesialis endokrinologi, sering kali bekerja sama dengan dokter bedah saraf dan radiologi.
Referensi
- National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Acromegaly.
- MedlinePlus. Acromegaly.
- MSD Manual Professional Edition. Acromegaly.
- Mayo Clinic. Acromegaly: Symptoms and Causes.
- Cleveland Clinic. Acromegaly.
- Endocrine Society Clinical Practice Guideline. Acromegaly: An Endocrine Society Clinical Practice Guideline.
- Melmed S. Acromegaly. New England Journal of Medicine.
- NHS. Acromegaly.
- GeneReviews. Pituitary Adenomas and Related Endocrine Disorders.
- National Organization for Rare Disorders (NORD). Acromegaly.






