Absence seizure (kejang absans) adalah jenis kejang yang menyebabkan hilangnya kesadaran secara singkat, biasanya hanya beberapa detik, sehingga penderitanya tampak melamun atau menatap kosong. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak dan sering tidak disadari karena gejalanya sangat singkat.
Penting untuk mengenali absence seizure karena episode yang berulang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, termasuk kemampuan belajar dan konsentrasi. Pada banyak kasus, kondisi ini dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat, meskipun sebagian penderita memerlukan pemantauan jangka panjang.
Fakta Singkat
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama kondisi | Absence seizure (kejang absans) |
| Kelompok penyakit | Epilepsi / gangguan kejang |
| Organ yang terlibat | Otak |
| Gejala utama | Tatapan kosong, hilang kesadaran sesaat |
| Durasi episode | Umumnya beberapa detik |
| Lebih sering terjadi pada | Anak-anak |
| Dapat diobati | Ya, sering dapat dikendalikan dengan obat antikejang |
| Perlu evaluasi dokter | Ya, terutama oleh dokter saraf |
Pengertian Absence Seizure
Absence seizure adalah jenis kejang umum (generalized seizure) yang melibatkan aktivitas listrik abnormal pada kedua sisi otak. Kejang ini menyebabkan gangguan kesadaran yang singkat tanpa gerakan kejang hebat seperti yang sering terlihat pada kejang tonik-klonik.
Saat mengalami absence seizure, seseorang dapat tiba-tiba berhenti beraktivitas, menatap kosong, dan tidak merespons lingkungan sekitar selama beberapa detik. Setelah episode berakhir, kesadaran kembali normal dengan cepat tanpa kebingungan yang jelas.
Penyebab Absence Seizure
Absence seizure terjadi akibat aktivitas listrik abnormal yang berlangsung sementara di otak. Mekanisme pasti yang menyebabkan gangguan ini belum sepenuhnya dipahami, tetapi faktor genetik diyakini berperan penting pada banyak kasus.
Secara normal, sel-sel saraf di otak berkomunikasi melalui sinyal listrik dan kimia. Pada penderita absence seizure, pola aktivitas listrik tersebut menjadi tidak normal sehingga memicu episode kehilangan kesadaran singkat.
Faktor Risiko
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya absence seizure meliputi:
- Usia anak-anak, terutama usia sekolah.
- Riwayat keluarga dengan epilepsi atau gangguan kejang.
- Memiliki jenis epilepsi tertentu.
- Faktor genetik tertentu yang memengaruhi aktivitas listrik otak.
Meskipun paling sering terjadi pada anak-anak, absence seizure juga dapat ditemukan pada remaja dan orang dewasa.
Gejala Absence Seizure
Gejala utama absence seizure adalah episode singkat berupa tatapan kosong dan hilangnya kesadaran sementara.
Gejala yang dapat muncul antara lain:
- Menatap kosong secara tiba-tiba.
- Berhenti berbicara atau beraktivitas mendadak.
- Tidak merespons ketika dipanggil.
- Kedipan mata berulang atau cepat.
- Gerakan mengunyah atau mengecap bibir.
- Gerakan kecil pada tangan atau jari.
- Tidak mengingat kejadian selama episode berlangsung.
Episode biasanya berlangsung sekitar beberapa detik dan dapat terjadi berkali-kali dalam sehari. Karena gejalanya ringan, kondisi ini sering disalahartikan sebagai melamun, kurang perhatian, atau gangguan konsentrasi.
Diagnosis Absence Seizure
Dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik untuk memahami karakteristik episode yang dialami.
Pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi:
Elektroensefalografi (EEG)
EEG merupakan pemeriksaan utama untuk merekam aktivitas listrik otak. Pada absence seizure, EEG dapat menunjukkan pola aktivitas listrik yang khas selama kejang berlangsung.
MRI Otak
Pemeriksaan MRI dapat digunakan untuk membantu menyingkirkan penyebab lain yang mungkin menimbulkan gejala serupa, seperti kelainan struktural pada otak.
Evaluasi Neurologis
Dokter saraf akan menilai riwayat kejang, perkembangan anak, kemampuan belajar, serta kemungkinan adanya jenis kejang lain yang menyertai.
Pengobatan Absence Seizure
Tujuan pengobatan adalah mengurangi atau mencegah terjadinya kejang sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan normal.
Pilihan terapi yang umum digunakan meliputi:
Obat Antikejang
Beberapa obat antikejang yang digunakan untuk mengendalikan absence seizure antara lain:
- Ethosuximide
- Valproic acid
- Lamotrigine
Pemilihan obat disesuaikan dengan usia pasien, jenis kejang, kondisi kesehatan lain, serta pertimbangan dokter yang menangani.
Pemantauan Berkala
Pasien biasanya memerlukan kontrol rutin untuk memantau respons terhadap terapi, efek samping obat, dan kemungkinan perubahan pola kejang.
Gaya Hidup Pendukung
Beberapa faktor dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan kejang, seperti:
- Tidur yang cukup.
- Mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.
- Menghindari pemicu yang telah diketahui.
- Menjalani kontrol medis secara teratur.
Komplikasi
Jika tidak terdiagnosis atau tidak terkendali dengan baik, absence seizure dapat menyebabkan:
- Gangguan konsentrasi.
- Penurunan prestasi belajar.
- Kesulitan mengikuti aktivitas sekolah.
- Risiko cedera bila episode terjadi saat melakukan aktivitas tertentu.
- Kemungkinan munculnya jenis kejang lain pada sebagian penderita.
Pencegahan
Tidak semua absence seizure dapat dicegah karena banyak kasus berkaitan dengan faktor genetik dan mekanisme neurologis yang tidak dapat dikendalikan.
Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan:
- Mengonsumsi obat sesuai resep dokter.
- Tidur cukup setiap malam.
- Menghindari penghentian obat secara mendadak tanpa pengawasan dokter.
- Mengikuti jadwal kontrol yang dianjurkan.
Prognosis
Prognosis absence seizure umumnya baik, terutama pada anak-anak yang mendapatkan diagnosis dan pengobatan sejak dini. Banyak anak mengalami penurunan frekuensi kejang seiring bertambahnya usia, dan sebagian dapat berhenti mengalami absence seizure pada masa remaja. Namun, sebagian pasien tetap memerlukan pengobatan atau pemantauan jangka panjang, terutama bila memiliki jenis epilepsi lain yang menyertai.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter jika:
- Anak atau orang dewasa sering tampak melamun secara tiba-tiba dan tidak merespons.
- Terjadi episode tatapan kosong berulang tanpa penyebab yang jelas.
- Gejala mengganggu proses belajar, pekerjaan, atau aktivitas sehari-hari.
- Sudah didiagnosis epilepsi tetapi muncul jenis kejang baru.
- Kejang tetap terjadi meskipun sedang menjalani pengobatan.
Segera cari pertolongan medis darurat jika:
- Kejang berlangsung lebih lama dari biasanya atau lebih dari beberapa menit.
- Terjadi penurunan kesadaran berkepanjangan setelah kejang.
- Muncul cedera atau gangguan pernapasan saat episode berlangsung.
Poin Penting yang Perlu Diingat
- Absence seizure adalah kejang singkat yang menyebabkan hilangnya kesadaran sementara.
- Gejala utama berupa tatapan kosong dan tidak responsif selama beberapa detik.
- Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak.
- Diagnosis umumnya dilakukan dengan EEG dan evaluasi neurologis.
- Banyak kasus dapat dikendalikan dengan obat antikejang.
- Deteksi dan penanganan dini penting untuk mencegah gangguan belajar dan aktivitas sehari-hari.
FAQ
Apakah absence seizure sama dengan melamun?
Tidak. Melamun biasanya masih memungkinkan seseorang merespons rangsangan dari lingkungan. Pada absence seizure, kesadaran terganggu sehingga penderita tidak merespons selama episode berlangsung.
Berapa lama absence seizure berlangsung?
Sebagian besar episode berlangsung hanya beberapa detik dan berakhir secara tiba-tiba.
Apakah absence seizure berbahaya?
Banyak kasus dapat dikendalikan dengan pengobatan. Namun, jika tidak dikenali atau tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat mengganggu proses belajar, konsentrasi, dan aktivitas sehari-hari.
Apakah absence seizure dapat sembuh?
Sebagian anak tidak lagi mengalami absence seizure saat memasuki masa remaja. Namun, perjalanan penyakit berbeda pada setiap individu sehingga evaluasi dokter tetap diperlukan.
Apakah orang dewasa bisa mengalami absence seizure?
Ya. Meskipun lebih sering terjadi pada anak-anak, absence seizure juga dapat terjadi pada remaja dan orang dewasa.
Referensi
- Mayo Clinic. Absence Seizure: Symptoms and Causes.
- Mayo Clinic. Absence Seizure: Diagnosis and Treatment.
- MedlinePlus Medical Encyclopedia. Absence Seizure.
- Johns Hopkins Medicine. Absence Seizures.
- MedlinePlus. Seizures.






