Efek Samping Vaksin Campak MR, Ringan tapi Wajib Diwaspadai

Efek Samping Vaksin Campak MR, Ringan tapi Wajib Diwaspadai
Efek Samping Vaksin Campak MR, Ringan tapi Wajib Diwaspadai

Dokteria.com - Imunisasi campak tetap menjadi salah satu cara paling efektif melindungi anak dari penyakit yang bisa berbahaya ini. Meski begitu, banyak orang tua khawatir soal efek samping imunisasi campak yang mungkin muncul setelah penyuntikan.

Tenang saja, mayoritas efek samping yang terjadi bersifat ringan, sementara, dan menandakan bahwa tubuh sedang membangun kekebalan dengan baik.

Apa Itu Imunisasi Campak dan Mengapa Penting?

Imunisasi campak, sering diberikan dalam bentuk vaksin MR (campak-rubella) atau MMR (campak, gondongan, rubella), menggunakan virus yang dilemahkan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh.

Di Indonesia, program ini menjadi bagian penting dari jadwal imunisasi nasional karena campak bisa menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak, hingga kebutaan jika tidak dicegah sejak dini.

Kita tahu, vaksin ini sudah terbukti aman dan direkomendasikan oleh organisasi kesehatan global serta digunakan di banyak negara.

Efek Samping Umum yang Sering Muncul

Efek samping imunisasi campak biasanya ringan dan muncul beberapa hari setelah suntikan. Berikut yang paling sering dialami:

  • Demam ringan hingga sedang, terutama pada hari ke-5 hingga ke-12 pasca-imunisasi. Demam ini bisa mencapai lebih dari 39 derajat Celsius pada sebagian kecil kasus dan berlangsung hingga 5 hari.
  • Ruam merah menyerupai gejala campak ringan, biasanya muncul pada hari ke-7 hingga ke-10 dan hilang dalam 2-4 hari.
  • Nyeri, kemerahan, atau bengkak ringan di area suntikan, yang biasanya reda dalam 1-2 hari.
  • Gejala mirip flu seperti pilek, batuk ringan, atau kehilangan nafsu makan.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di leher atau belakang telinga.

Reaksi ini normal dan menunjukkan tubuh sedang merespons vaksin dengan baik.

Efek Samping Jarang tapi Perlu Diwaspadai

Meski sangat jarang, ada kemungkinan efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Kejang akibat demam tinggi (terjadi pada sekitar 1 dari 3.000-4.000 kasus).
  • Penurunan trombosit sementara (kurang dari 1 dalam 30.000 kasus).
  • Reaksi alergi berat, seperti kesulitan bernapas atau pembengkakan wajah, yang memerlukan penanganan medis segera.

Efek samping berat ini sangat minim, dan manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan risikonya.

Cara Mengatasi Efek Samping di Rumah

Kalau anak mengalami demam atau tidak nyaman setelah imunisasi, kamu bisa lakukan langkah sederhana ini:

  • Berikan obat penurun demam seperti parasetamol sesuai dosis yang dianjurkan dokter atau petugas kesehatan.
  • Pastikan anak minum cukup air dan istirahat yang banyak.
  • Kompres area suntikan dengan kain hangat jika terasa nyeri.
  • Pantau kondisi anak selama beberapa hari. Jika demam tinggi berlangsung lama, ruam semakin parah, atau muncul gejala aneh, segera bawa ke dokter atau puskesmas terdekat.

Efek samping imunisasi campak memang ada, tapi hampir semuanya ringan dan hilang sendiri dalam waktu singkat. Vaksin ini telah menyelamatkan jutaan anak dari bahaya campak yang sebenarnya jauh lebih berisiko.

Jadi, lengkapi jadwal imunisasi anak sesuai anjuran, dan jangan ragu konsultasi dengan dokter kalau ada kekhawatiran. Lindungi si kecil sekarang, biar masa depannya lebih sehat dan bebas penyakit.