Dokteria.com - Natrium Diklofenak memang obat yang sering kita jumpai untuk meredakan nyeri dan peradangan. Namun, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) lainnya, natrium diklofenak bisa menimbulkan berbagai efek samping yang perlu kamu waspadai sebelum mengonsumsinya.
Apa Itu Natrium Diklofenak dan Mengapa Efek Sampingnya Perlu Diwaspadai?
Natrium diklofenak bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin, zat yang memicu peradangan, nyeri, dan demam di tubuh. Obat ini efektif untuk mengatasi nyeri sendi, nyeri otot, sakit gigi pascaoperasi, atau kondisi rematik.
Meski begitu, penggunaannya harus tepat karena risiko efek samping natrium diklofenak bisa muncul, terutama pada saluran pencernaan, jantung, dan ginjal. Informasi terkini menunjukkan bahwa risiko ini tetap relevan, bahkan pada penggunaan jangka pendek sekalipun.
Efek Samping Umum yang Sering Terjadi
Kebanyakan orang mengalami efek samping ringan yang biasanya hilang seiring tubuh beradaptasi. Beberapa yang paling sering dilaporkan meliputi:
- Sakit perut atau nyeri ulu hati
- Mual, muntah, atau perut kembung
- Diare atau sembelit
- Sakit kepala dan pusing
- Kantuk atau mengantuk
- Ruam kulit ringan atau gatal
Efek ini biasanya muncul pada lebih dari 1 dari 100 pengguna dan sering terkait dengan gangguan pencernaan karena obat ini mengurangi pelindung alami lambung.
Efek Samping Serius yang Harus Segera Diwaspadai
Meski jarang, beberapa efek samping natrium diklofenak bisa berbahaya dan memerlukan penanganan medis cepat. Segera hubungi dokter atau pergi ke fasilitas kesehatan jika kamu mengalami:
- Perdarahan saluran cerna, ditandai dengan feses hitam, muntah darah, atau muntah seperti bubuk kopi
- Nyeri dada, sesak napas, atau detak jantung tidak teratur
- Pembengkakan mendadak pada kaki, tangan, atau wajah
- Tekanan darah meningkat drastis
- Gangguan penglihatan, sakit kuning, atau urine berwarna gelap
- Reaksi alergi berat seperti ruam melepuh, sesak napas, atau pembengkakan di mulut dan tenggorokan
Risiko serius ini lebih tinggi pada pengguna jangka panjang, lansia, atau mereka yang punya riwayat penyakit lambung, jantung, atau ginjal. Penggunaan obat ini juga dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung atau stroke pada kelompok berisiko.
Cara Meminimalkan Risiko Efek Samping
Untuk mengurangi kemungkinan efek samping natrium diklofenak, ikuti tips berikut:
- Minum obat setelah makan atau bersama makanan untuk melindungi lambung
- Gunakan dosis terendah yang efektif dan selama waktu sesingkat mungkin
- Hindari konsumsi alkohol atau obat NSAID lain secara bersamaan
- Pantau gejala dan lakukan pemeriksaan rutin jika pakai jangka panjang
Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mulai atau menghentikan obat ini, terutama jika kamu punya kondisi kesehatan penyerta.
Dengan pemahaman yang baik tentang efek samping natrium diklofenak, kamu bisa menggunakan obat ini lebih aman dan bijak untuk mengatasi nyeri sehari-hari.






