Dokteria.com - Acarbose merupakan obat oral yang sering diresepkan untuk mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Obat ini bekerja dengan menghambat enzim di usus yang memecah karbohidrat kompleks, sehingga penyerapan gula menjadi lebih lambat dan lonjakan gula darah setelah makan bisa dicegah.
Banyak pasien mengandalkan acarbose sebagai bagian dari terapi mereka, terutama ketika diet dan olahraga saja belum cukup. Namun, seperti obat lain, acarbose juga punya efek samping yang perlu kita pahami agar penggunaannya lebih aman.
Efek Samping Acarbose yang Paling Umum
Sebagian besar pengguna acarbose mengalami efek samping ringan yang berhubungan dengan sistem pencernaan. Ini terjadi karena karbohidrat yang tidak tercerna sempurna difermentasi oleh bakteri di usus besar. Gejala yang sering dikeluhkan meliputi:
- Perut kembung dan rasa begah
- Sering buang angin atau flatulensi
- Sakit perut ringan hingga sedang
- Diare yang biasanya muncul di awal pengobatan
Efek-efek ini umumnya muncul pada minggu-minggu pertama dan cenderung berkurang seiring tubuh menyesuaikan diri. Jika kita patuh pada diet rendah karbohidrat sederhana, gejala ini bisa lebih ringan.
Efek Samping Serius yang Jarang Terjadi
Meski jarang, ada beberapa efek samping acarbose yang lebih serius dan memerlukan perhatian segera. Jika kamu mengalami hal-hal berikut, sebaiknya langsung hubungi dokter:
- Nyeri perut hebat atau sembelit parah
- Peningkatan enzim hati yang ditandai dengan kulit atau mata menguning, urine gelap, atau mual berkepanjangan
- Hipoglikemia, terutama jika dikombinasikan dengan obat diabetes lain seperti insulin atau sulfonilurea – gejalanya termasuk gemetar, pusing, lapar berlebih, hingga kebingungan
- Reaksi alergi seperti ruam kulit luas, gatal hebat, atau sesak napas
Kasus gangguan hati atau masalah usus langka seperti pneumatosis intestinalis juga pernah dilaporkan, meski sangat jarang.
Cara Mengurangi Efek Samping Acarbose
Untuk meminimalkan ketidaknyamanan, dokter biasanya menyarankan memulai dengan dosis rendah dan meningkatkannya secara bertahap. Kita juga bisa membantu diri sendiri dengan:
- Mengonsumsi obat tepat saat makan pertama
- Menjaga pola makan seimbang dengan karbohidrat kompleks
- Menghindari minuman beralkohol yang bisa memperburuk risiko hipoglikemia
Jika efek samping tetap mengganggu, diskusikan dengan dokter untuk penyesuaian dosis atau alternatif obat.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Jangan abaikan jika efek samping tidak kunjung reda setelah beberapa minggu atau justru memburuk. Pemantauan rutin kadar gula darah dan fungsi hati penting selama menggunakan acarbose.
Dengan pemahaman yang baik, kita bisa menjalani pengobatan diabetes lebih nyaman dan efektif. Selalu prioritaskan konsultasi medis sebelum mengubah apa pun pada terapi kamu.






