Acnebenz adalah obat oles (topikal) berbentuk gel yang mengandung benzoyl peroxide 5%, diproduksi oleh Genero Pharmaceutical. Produk ini digunakan untuk membantu mengatasi jerawat, termasuk jerawat yang disertai benjolan kecil berisi cairan atau nanah. Acnebenz termasuk golongan obat bebas terbatas, sehingga dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter, namun tetap perlu digunakan sesuai aturan pakai pada kemasan.
Perlu dicatat, ada produk lain dengan nama mirip yaitu Acnebenz CL, yang merupakan obat berbeda (mengandung kombinasi clindamycin dan benzoyl peroxide, termasuk golongan obat keras yang memerlukan resep dokter). Artikel ini secara khusus membahas Acnebenz (tanpa “CL”) yang berisi benzoyl peroxide tunggal. Pastikan Anda memeriksa nama lengkap pada kemasan agar tidak tertukar.
Sebagian data spesifik produk, seperti nomor registrasi BPOM, belum ditemukan dari sumber resmi yang dapat diverifikasi pada saat artikel ini ditulis. Selalu periksa nomor izin edar pada kemasan fisik atau melalui situs cekbpom.pom.go.id sebelum membeli dan menggunakan produk.
Ringkasan Produk
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama Produk | Acnebenz |
| Nama Generik | Benzoyl peroxide |
| Komposisi | Benzoyl peroxide 5% |
| Golongan | Antijerawat topikal |
| Kategori Produk | Obat bebas terbatas |
| Bentuk Sediaan | Gel |
| Digunakan Untuk | Membantu mengatasi jerawat (acne vulgaris) yang disertai benjolan kecil berisi cairan/nanah |
| Status Resep | Tidak memerlukan resep dokter (obat bebas terbatas) |
| Produsen | Genero Pharmaceutical |
| Nomor BPOM | Belum ditemukan dari sumber resmi yang dapat diverifikasi |
Kegunaan dan Manfaat
Acnebenz digunakan untuk membantu mengatasi jerawat (acne vulgaris), termasuk jerawat yang disertai benjolan kecil berisi cairan atau nanah pada kulit.
Informasi berikut mengacu pada zat aktif yang telah terverifikasi terdapat dalam produk, bukan data spesifik produk.
Benzoyl peroxide bekerja dengan cara membantu mengangkat sel kulit mati berlebih dan memiliki efek antibakteri terhadap Cutibacterium acnes (bakteri penyebab jerawat) melalui pelepasan radikal oksigen yang mengoksidasi protein bakteri tersebut. Mekanisme ini membantu mengurangi peradangan dan jumlah bakteri penyebab jerawat di permukaan kulit.
Kandungan dan Cara Kerja
Acnebenz mengandung benzoyl peroxide 5% dalam bentuk gel.
Informasi berikut mengacu pada zat aktif yang telah terverifikasi terdapat dalam produk, bukan data spesifik produk.
Setelah diserap kulit, benzoyl peroxide diubah menjadi asam benzoat. Sebagian kecil asam benzoat ini diserap secara sistemik dan dikeluarkan lewat ginjal, sementara sisanya dimetabolisme di kulit dan melepaskan radikal oksigen aktif yang mengoksidasi protein bakteri penyebab jerawat. Efek ini membantu mengurangi populasi bakteri, kadar asam lemak bebas, dan peradangan pada kulit berjerawat.
Dosis dan Cara Penggunaan
Berdasarkan informasi yang ditinjau oleh tim apoteker, untuk dewasa: oleskan Acnebenz gel 1–2 kali sehari setelah wajah dibersihkan. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap bila diperlukan, dan pengobatan umumnya dimulai dengan dosis yang lebih rendah terlebih dahulu untuk mengurangi risiko iritasi.
Cara Pakai yang Benar
Berikut langkah penggunaan yang dianjurkan berdasarkan sumber yang tersedia:
- Bersihkan dan keringkan area kulit yang berjerawat sebelum mengaplikasikan gel.
- Oleskan Acnebenz tipis dan merata pada area yang berjerawat, 1–2 kali sehari.
- Hindari kontak dengan mata, bibir, dan bagian dalam hidung atau mulut. Jika tidak sengaja terkena area tersebut, bilas segera dengan air bersih.
- Jangan mengoleskan pada kulit yang sedang luka, iritasi, atau terbakar matahari (sunburn).
- Gunakan secara konsisten karena hasil biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu untuk terlihat.
Efek Samping
Efek samping yang dilaporkan dapat timbul selama penggunaan Acnebenz, namun konsultasikan dengan dokter atau apoteker jika gejala memberat atau tidak kunjung membaik. Efek samping yang mungkin timbul antara lain:
- Kulit kering
- Pengelupasan kulit dan sensasi terbakar
- Pruritus (gatal)
- Iritasi
- Pembengkakan wajah
Peringatan dan Perhatian
Informasi berikut mengacu pada zat aktif yang telah terverifikasi terdapat dalam produk, bukan data spesifik produk.
- Benzoyl peroxide dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari, sehingga disarankan menggunakan tabir surya dan membatasi paparan sinar matahari langsung selama pemakaian.
- Hindari pengaplikasian pada kulit yang luka, iritasi, eksim, atau sedang mengalami sunburn.
- Pada tiga minggu pertama pemakaian, kulit dapat mengalami iritasi dan jerawat tampak memburuk sebelum membaik.
- Jika sedang menggunakan obat topikal atau produk perawatan kulit lain, beri tahu dokter agar dapat dipertimbangkan kemungkinan interaksi.
Kontraindikasi
Tidak boleh digunakan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif (alergi) terhadap benzoyl peroxide atau komponen lain dalam produk ini.
Interaksi Obat
Informasi berikut mengacu pada zat aktif yang telah terverifikasi terdapat dalam produk, bukan data spesifik produk.
- Penggunaan bersamaan dengan tretinoin, isotretinoin, atau tazarotene dapat mengurangi kemanjuran obat-obat tersebut dan meningkatkan risiko iritasi kulit.
- Penggunaan bersamaan dengan produk yang mengandung sulfonamid dapat menyebabkan perubahan warna sementara pada kulit dan rambut wajah (kuning/oranye).
- Untuk menghindari interaksi yang tidak diinginkan, hindari mengoleskan benzoyl peroxide bersamaan dengan produk perawatan kulit atau obat oles lain pada area yang sama, kecuali atas anjuran dokter.
Penggunaan pada Anak
Belum ditemukan dari sumber resmi yang dapat diverifikasi mengenai aturan dosis spesifik Acnebenz untuk anak-anak. Sebagai referensi umum mengenai zat aktifnya, beberapa sumber edukasi kesehatan menyebutkan bahwa benzoyl peroxide umumnya digunakan pada anak di atas usia 12 tahun dan sebaiknya dengan pengawasan dokter untuk usia di bawah itu. Penjelasan berikut bersifat edukasi umum mengenai penggunaan benzoyl peroxide pada anak dan tidak spesifik terhadap produk Acnebenz.
Penggunaan pada Ibu Hamil
Informasi berikut mengacu pada zat aktif yang telah terverifikasi terdapat dalam produk, bukan data spesifik produk.
Berdasarkan kategori kehamilan FDA, benzoyl peroxide termasuk dalam Kategori C, yang berarti studi pada hewan menunjukkan adanya efek buruk pada janin, sementara studi terkontrol pada manusia belum tersedia atau masih terbatas. Karena penyerapan sistemiknya yang minimal, penggunaan topikal pada konsentrasi yang umum dijual umumnya dianggap memiliki risiko rendah, namun penggunaan sebaiknya tetap dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terutama bila digunakan secara rutin atau dalam jangka panjang.
Penggunaan pada Ibu Menyusui
Informasi berikut mengacu pada zat aktif yang telah terverifikasi terdapat dalam produk, bukan data spesifik produk.
Data mengenai penggunaan benzoyl peroxide pada ibu menyusui masih terbatas. Karena tingkat penyerapan sistemiknya yang rendah, risiko pada bayi diperkirakan minimal, namun sebaiknya penggunaan tidak dilakukan pada area kulit yang akan bersentuhan langsung dengan bayi saat menyusui atau kontak kulit-ke-kulit, dan tetap dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
Cara Penyimpanan
Simpan Acnebenz pada suhu 15–30°C, jauhkan dari sinar matahari langsung, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Lupa Dosis
Jika lupa mengoleskan Acnebenz pada jadwal yang seharusnya, segera gunakan begitu teringat. Namun, jika sudah mendekati jadwal pemakaian berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan jangan menggandakan jumlah pemakaian pada kesempatan berikutnya.
Overdosis
Berdasarkan informasi yang ditinjau oleh tim apoteker, gejala overdosis (pemakaian berlebihan) pada penggunaan topikal umumnya berupa iritasi kulit yang parah. Jika hal ini terjadi, penanganan berupa pengobatan simtomatik (mengatasi keluhan yang muncul) yang diberikan oleh tenaga medis.
Kapan Harus Menghubungi Dokter
Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami salah satu kondisi berikut selama atau setelah menggunakan Acnebenz:
- Muncul tanda reaksi alergi serius, seperti ruam disertai gatal, bengkak pada wajah, bibir, atau lidah, pusing parah, atau kesulitan bernapas
- Iritasi, kemerahan, atau rasa terbakar pada kulit yang tidak membaik atau justru semakin parah
- Kulit melepuh, mengalami luka terbuka, atau tanda-tanda infeksi pada area yang diobati
- Jerawat tidak menunjukkan perbaikan setelah 4–6 minggu pemakaian rutin
Catatan Klasifikasi Produk
Acnebenz termasuk dalam kategori obat bebas terbatas, bukan suplemen, jamu, OHT, maupun fitofarmaka. Artinya, produk ini dapat dibeli tanpa resep dokter, namun tetap merupakan obat dengan zat aktif farmasi (benzoyl peroxide) yang memiliki potensi efek samping dan interaksi, sehingga penggunaannya tetap perlu memperhatikan aturan pakai pada kemasan serta anjuran tenaga kesehatan bila diperlukan.
Poin Penting yang Perlu Diingat
- Acnebenz mengandung benzoyl peroxide 5% dan berbeda dengan Acnebenz CL yang mengandung kombinasi clindamycin dan benzoyl peroxide serta termasuk golongan obat keras (perlu resep dokter). Periksa nama lengkap pada kemasan untuk memastikan produk yang dibeli sesuai kebutuhan.
- Hasil pengobatan jerawat umumnya membutuhkan waktu beberapa minggu, sehingga penggunaan perlu dilakukan secara konsisten.
- Hindari penggunaan bersamaan dengan obat jerawat topikal lain tanpa anjuran dokter untuk mengurangi risiko iritasi.
- Nomor registrasi BPOM produk ini belum ditemukan dari sumber resmi yang dapat diverifikasi pada saat artikel ditulis; selalu periksa nomor izin edar pada kemasan fisik yang Anda beli.
FAQ
Acnebenz untuk apa? Acnebenz digunakan untuk membantu mengatasi jerawat, termasuk jerawat yang disertai benjolan kecil berisi cairan atau nanah pada kulit.
Apakah Acnebenz perlu resep dokter? Tidak. Acnebenz termasuk golongan obat bebas terbatas sehingga dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter. Namun, ini berbeda dengan Acnebenz CL yang termasuk obat keras dan memerlukan resep.
Bagaimana cara menggunakan Acnebenz? Oleskan gel secara tipis dan merata pada area kulit yang berjerawat, 1–2 kali sehari, setelah wajah dibersihkan dan dikeringkan. Hindari kontak dengan mata, mulut, dan hidung.
Apa efek sampingnya? Efek samping yang mungkin timbul antara lain kulit kering, pengelupasan, sensasi terbakar, gatal, iritasi, dan pembengkakan wajah. Konsultasikan ke dokter jika efek ini menetap atau memberat.
Apakah Acnebenz aman untuk ibu hamil? Benzoyl peroxide termasuk kategori kehamilan C menurut FDA, yang berarti ada potensi risiko berdasarkan studi hewan namun data pada manusia masih terbatas. Penggunaan topikal pada konsentrasi umum dianggap berisiko rendah karena penyerapan sistemiknya minimal, tetapi tetap sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
Apakah Acnebenz aman untuk ibu menyusui? Data mengenai penggunaan benzoyl peroxide saat menyusui masih terbatas. Risiko pada bayi diperkirakan minimal karena penyerapan sistemiknya rendah, namun konsultasikan dengan dokter dan hindari mengaplikasikan pada area yang akan bersentuhan langsung dengan bayi.
Apakah Acnebenz dapat digunakan bersama obat lain? Penggunaan bersamaan dengan tretinoin, isotretinoin, atau tazarotene dapat mengurangi efektivitas obat tersebut dan meningkatkan risiko iritasi. Penggunaan bersama produk yang mengandung sulfonamid juga dapat menyebabkan perubahan warna kulit/rambut wajah sementara. Sebaiknya informasikan ke dokter jika Anda sedang menggunakan obat topikal lain.
Referensi
- KlikDokter. Acnebenz. Ditinjau oleh Tim Apoteker KlikDokter.
- Alodokter. Benzoyl Peroxide – Manfaat, Dosis, Efek Samping.
- VIVA Apotek. Benzoyl Peroxide: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping.
- AI Care. Benzoyl Peroxide – How it Works, Contraindications, Side Effects.
- MIMS Indonesia. Acnebenz CL Gel.
- Apotek Favo. Obat Benzoyl Peroxide – Manfaat, dosis, efek samping.
Catatan: Nomor registrasi BPOM untuk produk Acnebenz (non-CL) belum ditemukan dari basis data resmi BPOM (cekbpom.pom.go.id) pada saat penyusunan artikel ini. Pembaca disarankan memeriksa langsung nomor izin edar pada kemasan fisik produk.
Disclaimer
Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Informasi yang disajikan bukan pengganti konsultasi, diagnosis, atau pengobatan oleh dokter maupun apoteker. Selalu ikuti petunjuk pada kemasan, leaflet resmi, serta anjuran tenaga kesehatan yang menangani Anda.





