Aclonac 50 mg adalah obat tablet salut selaput yang mengandung Kalium Diklofenak (Diclofenac Potassium) 50 mg. Obat ini termasuk golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS/NSAID), yaitu kelompok obat yang bekerja meredakan nyeri, peradangan, dan demam dengan cara menghambat produksi prostaglandin (zat kimia tubuh yang memicu nyeri dan peradangan).
Aclonac 50 mg merupakan obat keras yang hanya dapat digunakan dengan resep dokter. Artikel ini disusun sebagai referensi awal dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter, apoteker, leaflet resmi, maupun informasi pada kemasan produk.
Catatan penting: Nama “Aclonac” juga digunakan untuk sediaan lain dengan kandungan dan bentuk berbeda, yaitu Aclonac 25 mg (tablet, kekuatan lebih rendah) dan Aclonac Gel/Aclonac Cool (sediaan topikal/oles). Artikel ini khusus membahas Aclonac Tablet 50 mg. Jangan menyamakan dosis, indikasi, atau cara pakai antara sediaan tablet dan sediaan gel.
Ringkasan Obat
| Kategori | Informasi |
|---|---|
| Nama dagang | Aclonac |
| Nama generik | Kalium Diklofenak (Diclofenac Potassium) |
| Kandungan aktif | Diclofenac Potassium 50 mg per tablet |
| Produsen | PT. Prima Medika Laboratories |
| Golongan | Obat Keras |
| Kategori terapi | Antiinflamasi nonsteroid (OAINS/NSAID) |
| Bentuk sediaan | Tablet salut selaput |
| Dosis tersedia | 50 mg per tablet |
| Status resep | Harus dengan resep dokter |
| Nomor BPOM | DKL0621632117B1 |
Kegunaan
Berdasarkan informasi yang tercantum pada kemasan dan sumber farmasi yang merujuk pada data produk, Aclonac 50 mg digunakan untuk pengobatan tanda dan gejala akut maupun kronis dari kondisi berikut:
- Reumatoid artritis (radang sendi autoimun)
- Osteoartritis (radang sendi degeneratif)
- Ankylosing spondylitis (radang sendi tulang belakang)
- Dismenore (nyeri haid)
- Nyeri punggung bawah
- Nyeri pascaoperasi, termasuk pascaoperasi gigi
Penggunaan untuk kondisi lain di luar daftar tersebut sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter, karena indikasi resmi suatu produk dapat berbeda dari penggunaan umum zat aktifnya.
Kandungan dan Cara Kerja
Kalium Diklofenak bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase (COX), yang berperan dalam pembentukan prostaglandin. Prostaglandin adalah zat yang memicu rasa nyeri, peradangan, dan demam di dalam tubuh. Dengan terhambatnya produksi prostaglandin, gejala nyeri, bengkak, dan peradangan dapat berkurang.
Dibandingkan beberapa bentuk diklofenak lain, kalium diklofenak dikenal memiliki mula kerja yang relatif cepat, sehingga sering dipilih untuk kondisi nyeri dan inflamasi akut.
Dosis
Informasi dosis berikut diambil dari data yang tercantum pada kemasan/leaflet produk dan sumber farmasi resmi. Dosis tetap harus disesuaikan oleh dokter berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
Dewasa:
- Dosis umum: 100–150 mg per hari, terbagi dalam 2–3 kali pemberian.
- Kasus yang lebih ringan: 75–100 mg per hari.
- Dosis maksimal harian dapat berbeda tergantung kondisi yang diobati (misalnya nyeri/osteoartritis, reumatoid artritis, atau ankylosing spondylitis), sehingga penyesuaian dosis maksimal harus ditentukan oleh dokter.
Anak-anak: Diclofenac potassium tidak direkomendasikan untuk anak-anak berdasarkan informasi pada kemasan produk.
Lansia: Belum ditemukan dari sumber resmi yang dapat diverifikasi mengenai penyesuaian dosis khusus untuk lansia pada produk ini. Namun secara umum, pasien lansia perlu pengawasan lebih ketat karena risiko efek samping NSAID (termasuk gangguan lambung, ginjal, dan jantung) yang lebih tinggi pada kelompok usia ini.
Cara Penggunaan
- Tablet ditelan langsung dengan segelas air putih, tanpa dikunyah.
- Sebaiknya dikonsumsi setelah makan untuk mengurangi risiko gangguan lambung, meskipun dapat juga dikonsumsi sebelum makan sesuai anjuran dokter.
- Jangan berbaring setidaknya selama 10 menit setelah mengonsumsi obat ini.
- Gunakan sesuai dosis dan durasi yang ditentukan dokter; jangan memperpanjang penggunaan tanpa konsultasi ulang.
Efek Samping
Efek Samping Umum
- Mual dan muntah
- Nyeri perut atau nyeri epigastrium (ulu hati)
- Diare atau sembelit
- Dispepsia (gangguan pencernaan)
- Kembung
Efek Samping Serius
- Perdarahan atau perforasi (lubang) pada saluran pencernaan
- Tukak lambung atau duodenum
- Gangguan fungsi ginjal, termasuk gagal ginjal akut, edema, kelainan urin (hematuria, proteinuria), nefritis interstitial, hingga nekrosis papiler (jarang hingga sangat jarang terjadi)
- Peningkatan enzim hati (kadang-kadang)
- Reaksi alergi berat
Jika muncul efek samping serius seperti tersebut di atas, segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.
Peringatan
- Diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini, terutama jika memiliki riwayat alergi terhadap OAINS lain (seperti aspirin, ibuprofen).
- Beri tahu dokter jika memiliki gangguan hati, gangguan ginjal, gangguan pembekuan darah, penyakit jantung, hipertensi, stroke, tukak lambung, radang usus, atau asma.
- Hindari aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan tinggi (seperti mengemudi atau mengoperasikan mesin) jika mengalami pusing atau gangguan saraf selama terapi.
- Hindari konsumsi alkohol selama menggunakan obat ini karena dapat meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna.
- Risiko efek samping gastrointestinal dan kardiovaskular meningkat pada penggunaan jangka panjang, dosis tinggi, atau pada pasien berusia di atas 60 tahun.
Kontraindikasi
Aclonac 50 mg tidak boleh digunakan pada kondisi berikut:
- Riwayat hipersensitivitas (alergi) terhadap diklofenak atau komponen obat lainnya
- Riwayat asma, urtikaria (biduran), atau rinitis akut yang dipicu oleh aspirin atau OAINS lain
- Tukak lambung aktif atau riwayat perdarahan/perforasi saluran cerna
- Penyakit jantung iskemik, penyakit arteri perifer, penyakit serebrovaskular
- Gagal jantung kongestif klasifikasi NYHA II–IV
- Gangguan fungsi ginjal atau hati yang berat
- Nyeri perioperatif pada bedah pintas arteri koroner (CABG)
- Kehamilan dan menyusui (lihat bagian Populasi Khusus)
Interaksi Obat
- Antikoagulan (obat pengencer darah): dapat meningkatkan risiko perdarahan bila digunakan bersamaan, meski laporan klinis terkait hal ini sangat jarang. Pemantauan ketat dianjurkan.
- Antidiabetik oral: umumnya dapat digunakan bersamaan, namun pada kasus yang sangat jarang dilaporkan efek hipoglikemik atau hiperglikemik, sehingga dosis obat antidiabetik mungkin perlu disesuaikan.
- OAINS lain: penggunaan bersamaan dapat meningkatkan frekuensi efek samping saluran cerna.
- Kortikosteroid: meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna.
- ACE inhibitor, diuretik, ciclosporin, tacrolimus: dapat meningkatkan risiko hiperkalemia (kadar kalium darah tinggi) dan gangguan fungsi ginjal.
- Phenytoin, methotrexate, lithium, digoxin: dapat meningkatkan risiko toksisitas obat-obat tersebut bila digunakan bersamaan dengan diklofenak.
Selalu informasikan kepada dokter atau apoteker mengenai seluruh obat, suplemen, atau obat herbal yang sedang dikonsumsi sebelum memulai terapi dengan Aclonac.
Populasi Khusus
Anak
Diclofenac potassium tidak direkomendasikan untuk anak-anak berdasarkan informasi pada kemasan produk Aclonac.
Lansia
Belum ditemukan dari sumber resmi yang dapat diverifikasi mengenai penyesuaian dosis khusus untuk lansia pada produk Aclonac 50 mg. Secara umum, NSAID termasuk diklofenak berisiko lebih tinggi menimbulkan efek samping gastrointestinal, ginjal, dan kardiovaskular pada lansia, sehingga penggunaannya memerlukan pengawasan dokter yang lebih cermat.
Ibu Hamil
Penggunaan Aclonac 50 mg pada ibu hamil dikategorikan berisiko. Beberapa sumber referensial menyebutkan kategori kehamilan C (berisiko, terutama trimester 1–2) hingga D pada trimester ketiga, dengan risiko peningkatan penutupan dini ductus arteriosus janin, gangguan ginjal, dan gangguan pembekuan darah pada janin bila digunakan pada akhir masa kehamilan. Karena terdapat variasi keterangan antar sumber, konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan obat ini saat hamil, dan jangan menggunakannya tanpa pengawasan medis, khususnya pada trimester ketiga.
Ibu Menyusui
Kandungan diklofenak dapat terserap ke dalam ASI. Ibu menyusui tidak disarankan menggunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter terlebih dahulu.
Penyimpanan
Simpan Aclonac 50 mg pada suhu di bawah 30°C, di tempat kering, terhindar dari cahaya matahari langsung, dan jauh dari jangkauan anak-anak.
Overdosis dan Lupa Dosis
Overdosis: Belum ditemukan dari sumber resmi yang dapat diverifikasi mengenai data overdosis spesifik untuk produk Aclonac. Informasi berikut mengacu pada zat aktif diklofenak secara umum, bukan merek dagang secara spesifik: gejala overdosis NSAID dapat meliputi mual, muntah, nyeri perut, perdarahan saluran cerna, serta pada kasus berat dapat menyebabkan gangguan ginjal akut, kejang, atau gangguan kesadaran. Jika dicurigai terjadi overdosis, segera cari pertolongan medis ke unit gawat darurat terdekat atau hubungi layanan kegawatdaruratan.
Lupa Dosis: Belum ditemukan dari sumber resmi yang dapat diverifikasi secara spesifik untuk produk ini. Secara umum, jika lupa minum dosis, segera minum begitu teringat selama belum mendekati waktu dosis berikutnya. Jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Konsultasikan ke dokter atau apoteker bila ragu.
Kapan Harus ke Dokter
Segera hubungi dokter atau cari pertolongan medis jika mengalami:
- Tanda perdarahan saluran cerna, seperti muntah darah, feses berwarna hitam/seperti aspal, atau nyeri perut hebat
- Tanda reaksi alergi berat, seperti sesak napas, bengkak pada wajah/bibir/lidah, atau ruam kulit luas
- Nyeri dada, sesak napas, atau gejala yang mengarah pada gangguan jantung
- Penurunan jumlah urine, bengkak pada kaki/tangan, atau tanda gangguan ginjal lainnya
- Kulit atau mata menguning (tanda gangguan hati)
- Gejala tidak membaik setelah penggunaan sesuai anjuran, atau justru memburuk
FAQ
1. Apakah Aclonac 50 mg bisa dibeli tanpa resep dokter?
Tidak. Aclonac 50 mg termasuk golongan obat keras yang hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.
2. Apakah Aclonac 50 mg sama dengan Aclonac Gel?
Tidak. Aclonac 50 mg adalah tablet oral berisi Kalium Diklofenak, sementara Aclonac Gel/Aclonac Cool adalah sediaan topikal (oles) dengan kandungan dan cara pakai yang berbeda. Jangan menyamakan dosis atau cara penggunaan kedua sediaan ini.
3. Apakah boleh minum Aclonac 50 mg saat perut kosong?
Sebaiknya dikonsumsi setelah makan untuk mengurangi risiko iritasi lambung, meskipun dapat dikonsumsi sebelum makan sesuai anjuran dokter.
4. Apakah Aclonac 50 mg aman untuk ibu hamil?
Obat ini berisiko bagi ibu hamil, khususnya pada trimester ketiga. Penggunaannya harus dikonsultasikan dan diawasi oleh dokter.
5. Apa yang harus dilakukan jika muncul nyeri ulu hati setelah minum Aclonac 50 mg?
Nyeri ulu hati adalah efek samping yang umum terjadi. Jika ringan, dapat dilaporkan ke dokter pada kunjungan berikutnya. Namun jika nyeri hebat atau disertai tanda perdarahan (seperti muntah darah atau feses hitam), segera cari pertolongan medis.
6. Berapa lama Aclonac 50 mg boleh digunakan?
Durasi penggunaan ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi yang diobati. Secara umum, OAINS seperti diklofenak digunakan dengan dosis efektif terendah dan durasi sesingkat mungkin untuk mengurangi risiko efek samping.
Referensi
- Informasi kemasan produk Aclonac 50 mg (BPOM No. DKL0621632117B1), PT. Prima Medika Laboratories.
- BPOM RI — Cek BPOM (https://cekbpom.pom.go.id/)
- MIMS Indonesia — Diclofenac (https://www.mims.com/indonesia/drug/info/diclofenac)
- Alodokter — Aclonac 50 mg 10 Tablet
- Halodoc — Aclonac 50 mg 10 Tablet
Disclaimer
Artikel ini hanya berfungsi sebagai referensi awal dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter, apoteker, leaflet resmi, maupun informasi yang tercantum pada kemasan produk. Selalu gunakan obat sesuai resep dan anjuran tenaga medis profesional.





