Aciblock

Informasi Lengkap Aciblock untuk Asam Lambung dan GERD
Informasi Lengkap Aciblock untuk Asam Lambung dan GERD

Aciblock adalah obat yang mengandung ranitidine hydrochloride (ranitidine HCl), yaitu golongan antagonis reseptor H2 yang digunakan untuk membantu mengurangi produksi asam lambung. Di Indonesia, Aciblock tergolong obat keras yang penggunaannya harus sesuai petunjuk dokter. Berdasarkan informasi registrasi dan referensi obat yang tersedia, Aciblock dipasarkan dalam bentuk tablet dengan kandungan ranitidine 150 mg.

Perlu diketahui bahwa informasi mengenai ranitidine mengalami perkembangan dalam beberapa tahun terakhir di berbagai negara karena adanya kekhawatiran terkait cemaran nitrosamin pada sejumlah produk. Oleh karena itu, penggunaan obat yang mengandung ranitidine sebaiknya selalu mengikuti petunjuk tenaga kesehatan dan status regulasi yang berlaku.

Fakta Singkat

Informasi Keterangan
Nama dagang Aciblock
Kandungan aktif Ranitidine HCl 150 mg
Golongan Obat keras
Kelas terapi Antagonis reseptor H2 (H2-receptor antagonist)
Bentuk sediaan Tablet
Produsen Molex Ayus Pharmaceutical
Nomor registrasi BPOM DKL0630907817A1*

*Berdasarkan informasi produk yang tersedia pada referensi obat.

Kategori Produk

Aciblock termasuk obat keras (obat resep). Penggunaan dan pembeliannya memerlukan pengawasan tenaga kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kegunaan dan Manfaat

Berdasarkan informasi referensi obat dan klasifikasi ranitidine, Aciblock digunakan untuk kondisi yang berkaitan dengan peningkatan produksi asam lambung, antara lain:

  • Tukak lambung (ulkus gastrik)
  • Tukak duodenum
  • Penyakit refluks gastroesofageal (GERD)
  • Keluhan akibat peningkatan asam lambung tertentu yang dinilai sesuai oleh dokter

Indikasi penggunaan dapat berbeda pada setiap pasien dan harus ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi klinis masing-masing.

Kandungan Aktif

Ranitidine HCl 150 mg

Ranitidine merupakan obat golongan antagonis reseptor H2 yang bekerja dengan menghambat efek histamin pada sel penghasil asam lambung sehingga produksi asam lambung berkurang.

Cara Kerja Aciblock

Ranitidine bekerja dengan memblokir reseptor histamin H2 pada sel parietal lambung. Penghambatan ini menurunkan produksi asam lambung baik pada kondisi normal maupun saat dirangsang oleh makanan atau faktor lainnya. Dengan berkurangnya produksi asam, iritasi pada lambung dan kerongkongan akibat paparan asam dapat berkurang.

Dosis dan Cara Penggunaan

Aciblock merupakan obat resep sehingga dosis harus ditentukan oleh dokter.

Terdapat berbagai regimen dosis ranitidine yang digunakan untuk kondisi medis tertentu. Namun, dosis yang tepat bergantung pada:

  • Diagnosis pasien
  • Usia
  • Berat badan (pada anak)
  • Fungsi ginjal
  • Respons terhadap terapi

Karena dosis berbeda untuk setiap indikasi dan pasien, pengguna sebaiknya mengikuti petunjuk dokter atau informasi resmi pada kemasan yang berlaku.

Efek Samping

Efek samping yang pernah dilaporkan pada penggunaan ranitidine meliputi:

  • Sakit kepala
  • Diare
  • Gangguan saluran cerna tertentu

Tidak semua pengguna akan mengalami efek samping. Jika muncul keluhan yang mengganggu atau gejala yang tidak biasa setelah menggunakan obat, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum menggunakan Aciblock, informasikan kepada dokter apabila:

  • Memiliki gangguan ginjal
  • Memiliki gangguan hati
  • Sedang menggunakan obat lain
  • Sedang hamil atau menyusui
  • Memiliki riwayat alergi terhadap ranitidine atau obat sejenis

Penggunaan obat harus sesuai dengan petunjuk dokter dan tidak digunakan melebihi dosis yang dianjurkan.

Kontraindikasi

Informasi kontraindikasi yang dapat diverifikasi secara konsisten dari sumber yang tersedia untuk Aciblock secara spesifik masih terbatas.

Secara umum, obat yang mengandung ranitidine tidak digunakan pada pasien yang memiliki hipersensitivitas atau alergi terhadap ranitidine maupun komponen lain dalam sediaan obat tersebut. Pengguna perlu merujuk pada informasi produk resmi dan petunjuk dokter untuk mengetahui kontraindikasi yang berlaku.

Interaksi Obat

Ranitidine dapat berinteraksi dengan beberapa obat tertentu. Jenis dan tingkat interaksi dapat berbeda tergantung obat yang digunakan bersamaan.

Karena informasi interaksi lengkap memerlukan evaluasi individual, pasien sebaiknya memberi tahu dokter atau apoteker mengenai seluruh obat, suplemen, maupun produk herbal yang sedang digunakan sebelum memulai terapi.

Penggunaan pada Ibu Hamil dan Menyusui

Informasi kategori kehamilan untuk Aciblock tidak dijelaskan secara lengkap dalam sumber Indonesia yang tersedia saat artikel ini disusun.

Oleh karena itu:

  • Ibu hamil sebaiknya menggunakan obat ini hanya jika diresepkan dokter.
  • Ibu menyusui perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum penggunaan.

Keputusan penggunaan harus mempertimbangkan manfaat dan risiko berdasarkan kondisi masing-masing pasien.

Cara Penyimpanan

Simpan obat sesuai petunjuk pada kemasan produk.

Beberapa referensi menyebutkan penyimpanan pada suhu ruangan dan terlindung dari kondisi yang dapat memengaruhi stabilitas obat, seperti panas berlebih dan kelembapan.

Poin Penting yang Perlu Diingat

  • Aciblock mengandung ranitidine HCl 150 mg.
  • Termasuk obat keras yang digunakan sesuai resep dokter.
  • Digunakan untuk kondisi yang berkaitan dengan peningkatan produksi asam lambung.
  • Jangan mengubah dosis tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
  • Informasikan seluruh obat yang sedang digunakan sebelum memulai terapi.
  • Segera cari bantuan medis jika muncul tanda reaksi alergi atau efek samping serius.

FAQ

Aciblock obat untuk apa?

Aciblock digunakan untuk kondisi yang berkaitan dengan peningkatan produksi asam lambung, seperti tukak lambung, tukak duodenum, dan GERD sesuai penilaian dokter.

Apa kandungan Aciblock?

Aciblock mengandung ranitidine HCl 150 mg.

Apakah Aciblock termasuk obat bebas?

Tidak. Aciblock tergolong obat keras yang penggunaannya harus sesuai petunjuk dokter.

Bagaimana cara kerja Aciblock?

Ranitidine dalam Aciblock bekerja dengan menghambat reseptor H2 pada lambung sehingga produksi asam lambung berkurang.

Bolehkah Aciblock digunakan saat hamil?

Penggunaan selama kehamilan harus berdasarkan penilaian dokter yang menangani pasien.


Referensi

  1. MIMS Indonesia. Aciblock (Ranitidine) Basic Prescribing Information.
  2. BPOM RI. Database Cek Produk BPOM.
  3. Halodoc. Aciblock 150 mg Tablet – Informasi Produk dan Registrasi.
  4. Tata 1mg. Acibloc (Ranitidine) Drug Information.
  5. KlikDokter. Aciblock – Informasi Obat dan Kandungan.
  6. DailyMed. Ranitidine Drug Information.
  7. MedlinePlus. Ranitidine.
  8. British National Formulary (BNF). Histamine H2-Receptor Antagonists.

Catatan: Artikel ini bertujuan sebagai referensi informasi kesehatan dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, maupun terapi oleh dokter atau tenaga kesehatan yang berwenang.