7 Macam Gangguan Tidur Umum di Indonesia, Wajib Kamu Ketahui!

7 Macam Gangguan Tidur Umum di Indonesia, Wajib Kamu Ketahui!
7 Macam Gangguan Tidur Umum di Indonesia, Wajib Kamu Ketahui!

Dokteria.com - Tidur yang cukup dan berkualitas merupakan kebutuhan dasar tubuh kita. Sayangnya, jutaan orang di Indonesia mengalami masalah tidur setiap harinya. Survei terkini menunjukkan lebih dari separuh penduduk dewasa tidur kurang dari tujuh jam per malam, sementara prevalensi insomnia saja mencapai sekitar 10-28% di berbagai kelompok usia.

Gangguan tidur bukan sekadar membuat lelah, tapi juga meningkatkan risiko penyakit jantung, depresi, hingga kecelakaan. Mari kita bahas macam-macam gangguan tidur yang paling umum terjadi.

Apa Itu Gangguan Tidur?

Gangguan tidur adalah kondisi yang mengganggu pola tidur normal, baik dalam durasi, kualitas, maupun waktu tidur. Menurut klasifikasi terkini dari organisasi kesehatan dunia, gangguan ini mencakup kesulitan memulai tidur, tidur berlebihan, gangguan pernapasan saat tidur, hingga perilaku aneh selama tidur. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memengaruhi produktivitas, mood, dan kesehatan fisik secara keseluruhan.

Macam-macam Gangguan Tidur yang Umum Terjadi

Berikut beberapa jenis gangguan tidur yang sering dialami masyarakat.

1. Insomnia

Insomnia merupakan gangguan tidur paling populer. Kamu kesulitan memulai tidur, sering terbangun malam hari, atau bangun terlalu pagi tanpa bisa tidur lagi. Kondisi ini bisa akut (jangka pendek karena stres) atau kronis (berlangsung minimal tiga bulan). Akibatnya, tubuh terasa lelah sepanjang hari, mudah marah, dan sulit konsentrasi.

2. Sleep Apnea

Sleep apnea terjadi ketika napas terhenti berulang kali selama tidur, sering disertai dengkuran keras. Ada dua tipe utama: obstruktif (penyumbatan saluran napas) dan sentral (otak gagal memberi sinyal pernapasan). Penderitanya sering terbangun tanpa sadar, merasa lelah berat di pagi hari, dan berisiko tinggi mengalami hipertensi hingga stroke.

3. Narkolepsi

Narkolepsi membuat kamu tiba-tiba mengantuk ekstrem dan bisa tertidur mendadak di siang hari, bahkan saat sedang mengemudi atau berbicara. Gejala lain termasuk kelemahan otot mendadak (katapleksi) saat tertawa atau terkejut. Kondisi ini mengganggu ritme tidur malam dan membuat aktivitas sehari-hari berbahaya.

4. Restless Legs Syndrome (RLS)

Sindrom kaki gelisah ini menyebabkan sensasi tidak nyaman seperti kesemutan atau merayap di kaki, terutama malam hari. Kamu merasa harus menggerakkan kaki untuk meredakan, sehingga sulit tidur nyenyak. RLS sering memburuk saat istirahat dan bisa terkait kekurangan zat besi atau faktor genetik.

5. Parasomnia

Parasomnia meliputi perilaku abnormal selama tidur, seperti tidur berjalan (somnambulisme), mengigau, night terror (terbangun dengan ketakutan hebat), atau sleep paralysis (tubuh lumpuh sementara saat mau tidur atau bangun). Biasanya lebih sering terjadi pada anak-anak, tapi dewasa juga bisa mengalaminya karena stres atau kurang tidur.

6. Hipersomnia

Berlawanan dengan insomnia, hipersomnia membuat kamu tidur terlalu lama tapi tetap mengantuk berat di siang hari. Kondisi ini bisa disebabkan gangguan neurologis atau efek samping obat-obatan tertentu.

7. Gangguan Irama Sirkadian

Jenis ini terjadi ketika jam biologis tubuh tidak selaras dengan siklus siang-malam, seperti jet lag kronis atau sindrom tidur fase tertunda (baru bisa tidur larut malam dan bangun siang). Banyak dialami pekerja shift malam atau remaja yang sering begadang.

Penyebab Umum Gangguan Tidur

Gangguan tidur bisa dipicu stres, penggunaan gadget berlebih, konsumsi kafein malam hari, gangguan mental seperti kecemasan atau depresi, hingga kondisi medis seperti obesitas atau masalah hormon. Gaya hidup modern di kota besar sering memperburuk situasi ini.

Dampak Jika Tidak Ditangani

Kurang tidur kronis meningkatkan risiko diabetes, obesitas, penyakit jantung, dan gangguan mood. Di Indonesia, banyak kasus kecelakaan lalu lintas terkait mengantuk akibat gangguan tidur. Kualitas hidup pun menurun drastis.

Tips Meningkatkan Kualitas Tidur

Kita bisa mulai dari hal sederhana:

  • Terapkan sleep hygiene: tidur dan bangun jam sama setiap hari.
  • Hindari layar gadget minimal satu jam sebelum tidur.
  • Buat kamar gelap, sejuk (18-22 derajat Celsius), dan tenang.
  • Olahraga rutin tapi bukan menjelang tidur.
  • Batasi kafein dan makan berat malam hari.

Jika gejala berlanjut lebih dari sebulan, segera konsultasi ke dokter atau spesialis tidur. Pemeriksaan seperti polisomnografi bisa membantu diagnosis akurat.

Dengan memahami macam-macam gangguan tidur ini, kamu bisa lebih peka terhadap tubuh sendiri. Tidur berkualitas bukan kemewahan, melainkan investasi kesehatan terbaik. Mulai perbaiki pola tidurmu dari malam ini!