Penuaan dini ditandai dengan munculnya keriput, kaki gagak dan garis halus. Penyebab penuaan dini antara lain paparan sinar matahari, kontraksi otot wajah yang berulang, posisi tidur yang buruk, dan kebiasaan merokok. Meski tidak bisa dihindari, Anda bisa melakukan cara mencegah penuaan dini.
Proses penuaan umumnya terjadi pada usia di atas 50 tahun. Seiring bertambahnya usia, jaringan kolagen dan elastin tubuh melemah. Akibatnya, elastisitas kulit menurun sehingga muncul tanda-tanda penuaan seperti keriput atau kerutan. Namun, proses ini bisa terjadi lebih awal yang dikenal dengan penuaan dini.
Anda mungkin tidak bisa menghindari munculnya tanda-tanda penuaan. Namun, Anda bisa memperlambat kemunculannya dengan mengetahui penyebab pasti dan cara mencegah penuaan dini.
Tanda atau ciri-ciri penuaan dini
Pada dasarnya tanda penuaan dini sebenarnya mirip dengan penuaan kulit normal, namun terjadi lebih awal.
Setiap orang mengalami proses penuaan secara berbeda. Umumnya seseorang dapat dikatakan mengalami penuaan dini jika proses ini terjadi sebelum usia 35 tahun.
Berikut tanda-tanda penuaan dini yang harus diwaspadai:
- Munculnya kerutan atau keriput
- kulit kendur
- Penipisan kulit yang membuat kulit terlihat transparan dan mudah memar
- Kulit kering dan kasar
- Kulit menjadi lebih rapuh
- Kurangnya pigmen kulit yang membuat warna kulit memudar
Berikut ini penjelasan lengkap mengenai ciri-ciri penuaan dini.
1. Rambut rontok
Kerontokan rambut juga merupakan tanda penuaan dini yang mungkin dialami. Kerontokan rambut dapat terjadi akibat sel punca yang memicu pertumbuhan rambut baru pada folikel yang mati.
Kondisi ini bisa terjadi karena pengaruh perubahan hormonal, faktor lingkungan, genetik, dan pola makan.
2. Kerutan atau keriput dan kulit kendur
Salah satu ciri penuaan dini adalah munculnya kerutan atau kerutan dan kulit yang kendur.
Hal ini bisa terjadi karena kulit akan memperlambat produksi kolagennya sehingga elastisitasnya akan hilang saat memasuki usia 30-an.
Padahal, kolagen berfungsi menjaga elastisitas kulit. Lemak di bawah kulit, di pipi, dagu, dan hidung juga bisa hilang sehingga membuat kulit wajah semakin kendor.
Biasanya tanda-tanda penuaan dini bisa terlihat terutama di area sekitar otot yang sering digunakan, seperti dahi, atau area tubuh yang sering terpapar sinar matahari langsung.
3. Kulit tangan kendur
Tidak hanya di wajah, lapisan atas kulit di tangan juga bisa mengalami penipisan dan mengandung lebih sedikit bahan penyusun protein, seperti kolagen. Akibatnya, kulit di tangan Anda terlihat kendur, tipis, dan mudah berkerut.
Padahal, tidak diketahui secara pasti kapan ciri penuaan dini ini muncul. Namun, beberapa orang mulai memperhatikan kulit kendur di tangan mereka di usia akhir 30-an dan awal 40-an.
4. Peradangan atau hiperpigmentasi di sepanjang dada
Beberapa orang mungkin mengalami tanda-tanda penuaan dini berupa perubahan warna yang tidak merata di area dada seiring bertambahnya usia.
Mirip dengan flek hitam, kondisi ini disebabkan oleh rusaknya sel-sel tubuh akibat paparan sinar matahari yang berlebihan.
Hiperpigmentasi juga bisa terjadi akibat eksim atau kondisi kulit lain yang merusak pigmen melanin, yaitu sejenis pigmen yang memberi warna pada kulit.
5. Kulit kering dan gatal
Tahukah Anda bahwa kulit kering dan gatal juga bisa menjadi tanda penuaan dini?
Ya, proses penipisan dermis (lapisan dalam kulit) yang memicu dehidrasi bisa membuatnya rentan kering dan mengelupas, serta rapuh seiring bertambahnya usia.
Anda mungkin akan melihat tanda-tanda penuaan dini sebelum usia 40 tahun.
6. Bintik hitam
Flek hitam pada kulit juga merupakan tanda penuaan dini. Kondisi ini juga dikenal sebagai bintik-bintik usia.
Flek hitam biasanya muncul di wajah, punggung tangan atau lengan bawah akibat paparan sinar matahari berlebih yang memicu hiperpigmentasi pada kulit.
Flek hitam pada kulit wajah akibat paparan sinar matahari bisa muncul di atas usia 40 tahun.
Penyebab penuaan dini
Ada banyak hal yang menyebabkan terjadinya penuaan dini, seperti:
1. Paparan sinar matahari

Salah satu penyebab penuaan dini pada wajah adalah paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan dari sinar matahari. Sinar UV ini dapat merusak salah satu jaringan kulit yang disebut elastin.
Saat jaringan elastin rusak, kulit akan lebih mudah kendur dan meregang. Akibatnya, kulit menjadi lebih rentan terhadap kerutan, luka dan memar, serta membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.
2. Kebiasaan merokok

Bahaya merokok ternyata menjadi penyebab umum terjadinya penuaan dini. Akibatnya, kulit terasa kering dan kasar, warna kulit memudar, dan kerutan tak terhindarkan.
Berbagai jenis racun yang terkandung dalam rokok akan membuat kulit Anda terkena stres oksidatif.
Misalnya, asap dan panas dari rokok, serta kebiasaan penuaan, seperti mengerucutkan bibir saat merokok, berperan besar dalam pembentukan kerutan. Asap rokok juga dapat merusak kolagen dan elastin pada kulit.
Selain itu kandungan nikotin pada rokok dapat mempersempit pembuluh darah dan mengurangi asupan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh sel kulit.
Tidak hanya mengancam kesehatan kulit, kandungan zat beracun pada rokok dapat meningkatkan risiko kanker kulit karena kandungan nitrosamine dan tar pada rokok yang bersifat karsinogen.
Faktor yang meningkatkan risiko penuaan kulit
Ada sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan munculnya penuaan kulit dini, seperti pola makan, gaya hidup, dan faktor lingkungan. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Pola makan yang tidak benar
Pola makan yang tidak tepat dapat meningkatkan faktor risiko penuaan dini. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dimuat dalam jurnal Dermato-Endocrinology yang menyebutkan bahwa konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan dapat membuat kulit mudah rusak, termasuk mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan.
2. Kebiasaan konsumsi alkohol dan kafein
Konsumsi alkohol yang berlebihan dikatakan membuat tubuh dehidrasi. Jika dilakukan terus menerus, lama kelamaan bisa menyebabkan kulit kendur.
Selain itu, konsumsi kafein yang berlebihan juga diyakini sebagai penyebab penuaan dini. Namun, beberapa ahli masih belum yakin apakah mengonsumsi kopi setiap hari bisa menyebabkan keriput.
Misalnya tersenyum, menyipitkan mata, mengerutkan kening atau bibir, atau mengucek mata. Anda bisa melihat tanda-tanda penuaan dini di area mata dan di antara alis.
3. Posisi tidur
Tahukah Anda bahwa posisi tidur juga bisa menjadi penyebab penuaan dini berupa munculnya kerutan? Saat Anda tidur miring, tekanan pada bantal dapat menyebabkan munculnya garis-garis halus di dagu, pipi, atau dahi.
Tanda-tanda penuaan ini tidak terjadi secara instan, tetapi membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk muncul. Namun, saat kulit mulai kehilangan elastisitasnya, garis halus akan semakin terlihat.
Biasanya tanda penuaan yang muncul akibat posisi tidur terletak di sisi dahi, mulai dari alis hingga batas rambut, dan bagian tengah pipi.
4. Pola tidur yang buruk
Tidak hanya posisi tidur, kualitas waktu tidur yang buruk dapat mengganggu proses regenerasi sel tubuh sehingga menyebabkan penuaan kulit.
Setidaknya, ada penelitian kecil yang diterbitkan dalam Clinical and Experimental Dermatology yang membuktikan bahwa pola tidur yang buruk dapat meningkatkan risiko penuaan kulit dan kerusakan fungsi pelindung kulit (skin barrier).
5. Kontraksi otot wajah yang berulang
Kontraksi otot akibat ekspresi wajah yang berulang-ulang dapat meningkatkan faktor risiko terjadinya penuaan dini, seperti kerutan atau keriput.
6. Stres

Banyak hal yang memicu kondisi stres dalam diri Anda. Sayangnya, stres dapat meningkatkan faktor risiko penuaan dini pada kulit wajah dan tubuh.
Saat stres, otak akan mengeluarkan hormon kortisol, yaitu sejenis hormon yang dapat melemahkan kolagen sehingga membuat kulit menua sebelum waktunya.
Selain itu, tubuh akan memicu respon peradangan pada tubuh yang dapat merusak kebiasaan tidur Anda.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Geriatric Psychiatry membuktikan bahwa stres dan hormon peradangan dapat membuat tubuh menua lebih cepat.
7. Faktor lingkungan
Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan di Dermato-Endocrinology, tanda-tanda penuaan dini, termasuk bintik hitam dan kerutan, bisa diperparah dengan paparan faktor lingkungan, seperti polusi udara atau udara yang terkontaminasi. Hal ini dapat menimbulkan radikal bebas sehingga tanda-tanda penuaan dini dapat muncul.
Cara mengatasi penuaan dini
Cara mengatasi penuaan dini yang muncul di awal, Anda cukup menggunakan produk skin care atau skincare yang mengandung retinoid, vitamin C, dan alpha hydroxy acids/AHA.
Namun, untuk mengatasi penuaan dini akibat paparan sinar matahari sedang atau berat, Anda bisa melakukan prosedur perawatan kulit, seperti chemical peeling, dermabrasi, atau laser resurfacing.
Sedangkan cara mengatasi penuaan dini berupa garis halus pada wajah dapat diatasi dengan menyuntikkan toksin botulinum (botox) atau filler yang mengandung asam hialuronat, lemak sendiri, dan implan Gore-Tex.
Beberapa orang mungkin ingin menjalani prosedur kosmetik, seperti pengencangan wajah, pengencangan alis, atau operasi kelopak mata kosmetik.
Jika Anda ingin melakukan prosedur medis atau kosmetik tertentu sebagai cara menghilangkan penuaan dini pada wajah, pastikan untuk berkonsultasi dengan ahlinya terlebih dahulu.
Dokter Anda mungkin dapat memberikan rekomendasi jenis tindakan yang sesuai dengan kondisi dan masalah kulit Anda. Dengan demikian, tampilan kulit lebih muda bisa maksimal.
Cara mencegah penuaan dini yang mudah dilakukan
Ada beberapa cara mencegah penuaan dini yang bisa Anda lakukan agar terlihat lebih muda, seperti:
1. Minum air
Kurangnya asupan cairan tubuh dapat menyebabkan dehidrasi.
Saat mengalami dehidrasi, kulit akan terasa kering, kasar, bahkan bersisik saat digaruk. Alhasil, tanda-tanda penuaan dini bisa lebih jelas terlihat.
Mengonsumsi air putih yang cukup bisa menjadi langkah tepat sebagai cara mencegah penuaan dini.
Secara umum, para ahli kesehatan menganjurkan untuk minum air putih sebanyak 8 gelas atau setara dengan 2 liter per hari agar Anda terhindar dari dehidrasi sekaligus sebagai cara alami mencegah penuaan dini.
2. Berolahraga secara teratur
Melakukan olahraga teratur juga bisa menjadi cara untuk mencegah penuaan dini. Tidak percaya?
Ya, berolahraga dapat memperlancar peredaran darah dan memperkuat sistem imun tubuh. Sehingga, penampilan kulit bisa terlihat lebih awet muda.
3. Gunakan sabun pembersih wajah yang lembut

Salah satu cara mencegah penuaan dini pada wajah adalah dengan mencuci muka menggunakan pembersih wajah yang lembut.
Sebagai gantinya, gunakan sabun cuci muka yang mengandung asam lemak esensial untuk menjaga kelembapan kulit. Sabun pembersih wajah yang mengandung teh hijau bermanfaat untuk mencegah kerusakan akibat radikal bebas.
Pastikan Anda menyeka wajah menggunakan gerakan melingkar yang lambat. American Academy of Dermatology menganjurkan untuk tidak menggosok wajah terlalu keras karena dapat berisiko mempercepat penuaan kulit wajah.
4. Oleskan tabir surya dengan SPF tinggi
Cara paling penting untuk mencegah penuaan dini adalah dengan melindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari berlebih, terutama saat Anda berada di luar ruangan.
Anda perlu menggunakan tabir surya berspektrum luas atau tabir surya dengan SPF 30 pada area wajah dan kulit Anda yang tidak tertutup pakaian.
Hindari memilih tabir surya yang mengandung alkohol karena dapat mengeringkan kulit. Untuk melindungi kolagen di kulit Anda, cari tabir surya yang mengandung antioksidan di dalamnya.
Oleskan tabir surya ke kulit Anda setiap pagi dan sore, dan ulangi setiap 2 jam atau lebih jika Anda berkeringat atau berenang.
Selain itu, Anda juga perlu melindungi kulit Anda dengan memakai baju lengan panjang yang melindungi kulit tubuh Anda, memakai topi atau payung (bila perlu), dan mencari perlindungan saat beraktivitas di luar ruangan.
5. Makan makanan yang sehat dan bergizi
Cara mencegah penuaan dini secara alami dari dalam tubuh adalah dengan mengonsumsi makanan sehat, seperti sayur dan buah.
Kedua jenis makanan anti penuaan ini dapat mencegah kerusakan kulit dan memperlambat tanda-tanda penuaan.
Anda juga bisa mengonsumsi makanan yang mencegah penuaan dini pada wajah, seperti ikan berlemak, dark chocolate, kaldu tulang, dan oat.
6. Hindari minum alkohol
Alkohol dapat berdampak buruk bagi kulit karena dapat menyebabkan dehidrasi dan kerusakan pada kulit.
Seiring waktu, konsumsi alkohol berlebihan bisa membuat Anda terlihat lebih tua.
Oleh karena itu, Anda perlu menghindari konsumsi alkohol sebagai cara mencegah penuaan dini secara alami.
7. Berhenti menggunakan produk perawatan kulit yang membuat Anda sakit
Jika Anda mengalami kulit perih atau perih akibat penggunaan produk perawatan kulit tertentu, segera hentikan pemakaiannya agar tanda-tanda penuaan dini tidak muncul. Langkah ini juga bisa menjadi cara mengatasi penuaan dini.
8. Minum suplemen
Cara mencegah penuaan kulit wajah juga perlu didukung dengan asupan yang masuk ke dalam tubuh.
Bila perlu, Anda dapat mengonsumsi suplemen yang mengandung lemak omega-3 untuk membantu menjaga kelembapan kulit dan mencegah keriput.
Selain itu, suplemen ini juga bermanfaat untuk menjaga kekenyalan kulit, mengisi kembali lipid (minyak kulit) yang berkurang seiring bertambahnya usia, serta memberikan efek antiradang.
Meski begitu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen tertentu untuk mencegah efek buruk yang mungkin ditimbulkan.
9. Gunakan produk perawatan kulit retinoid

Seiring bertambahnya usia, kulit akan mulai kehilangan elastisitasnya sehingga terlihat kendur. Oleh karena itu, cara mencegah penuaan dini pada wajah bisa dengan mengoleskan produk perawatan kulit atau krim obat yang mengandung turunan vitamin A, seperti retinoid.
Namun, Anda tidak disarankan menggunakan retinoid bersamaan dengan obat jerawat benzoil peroksida.
Pasalnya, benzoil peroksida dapat mengoksidasi retinoid sehingga efektivitas cara kerjanya bisa berkurang.
Bagi Anda yang sedang hamil atau berencana untuk hamil, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk menggunakan retinoid sebagai perawatan kulit sehari-hari.
10. Gunakan produk perawatan kulit yang mengandung antioksidan dan peptida

Anda bisa menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung antioksidan dan peptida, seperti vitamin A, C, dan E, teh hijau, dan ekstrak biji anggur sebagai cara mencegah penuaan dini pada wajah di kemudian hari.
Sebaiknya aplikasikan produk ini di pagi hari sebelum menggunakan pelembab dan tabir surya untuk melindungi kulit dari kerusakan.
11. Eksfoliasi secara teratur
Setiap 28 hari, kulit melepaskan sel-sel mati. Namun, proses ini akan melambat seiring bertambahnya usia sehingga membuat kulit terlihat kusam dan terlihat lebih tua.
Untuk mengangkat sel-sel mati yang menumpuk dan membuat kulit lebih cerah, lakukan eksfoliasi secara rutin seminggu sekali. Perhatikan bahan-bahan yang terkandung dalam lulur untuk menghindari iritasi kulit.
12. Hindari ekspresi wajah yang berulang
Cara mencegah penuaan dini secara alami adalah dengan menghindari ekspresi wajah yang berulang-ulang
Hindari ekspresi wajah yang berulang-ulang agar tanda penuaan tidak muncul.
Anda dapat menghindari ekspresi wajah terlalu sering untuk menghindari kontraksi wajah yang menyebabkan penuaan pada kulit.
Sebagai solusinya, Anda bisa memakai kacamata hitam untuk membantu mengurangi garis halus akibat menyipitkan mata.
13. Lakukan perawatan kulit ke dokter

Cara mencegah penuaan dini pada wajah mungkin memerlukan berbagai prosedur perawatan kulit.
Misalnya mikrodermabrasi, facial peel, atau perawatan laser untuk membuat wajah tampak lebih cerah dan tampak kenyal serta awet muda.
Dengan memahami berbagai ciri, penyebab, cara menghilangkan dan mencegah penuaan kulit di atas, tentunya Anda bisa menjaga kesehatan dan keremajaan kulit Anda.





